Pemprov Bertekad Percepat Transformasi Jakarta
📅 Kamis, 24 Jul 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota hijau dan berkelanjutan dengan penerapan Jakarta Green Building Regulation.
“Ini target yang saya yakin bisa kita capai bersama,” kata Pramono di acara Urban Climate Action Programme (UCAP) Climate Action Implementation (CAI) Regional Convening 2025 di Jakarta, Rabu (23/7).
Gubernur Pramono menyebutkan bahwa melalui langkah ini, seluruh bangunan baru di Jakarta pada 2030 ditargetkan wajib mencapai efisiensi energi dan air 100 persen. Sedangkan untuk bangunan lama atau eksisting, Pemprov DKI Jakarta menargetkan minimal 50 persen harus turut dirombak agar lebih hemat energi.
Gubernur Pramono pun mengemukakan bahwa penerapan regulasi bangunan hijau ini berpotensi menekan emisi karbon Jakarta hingga 10,6 juta ton CO2 per tahun. Hal ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca dan menciptakan kota yang lebih tangguh menghadapi krisis iklim.
Pemprov DKI terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk anggota C40 Cities untuk mendukung pendanaan hijau dan transformasi kebijakan. Jakarta juga resmi bergabung dengan Clean Investment Accelerator, koalisi global yang mendorong kota-kota dunia beralih dari pembiayaan berbasis fosil ke investasi hijau.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Prinsipnya kami ingin kebijakan ini konsisten dijalankan. Termasuk pengembangan instrumen pembiayaan hijau seperti obligasi hijau dan portofolio ESG. Kami ingin jadi contoh nyata bahwa Jakarta serius berubah,” kata Gubernur Pramono.
Tambah RTH
Selain itu, Gubernur DKI Jakarta memastikan bahwa transformasi hijau tidak hanya terbatas pada bangunan. Jakarta juga akan menambah ruang terbuka hijau (RTH) dengan memanfaatkan lahan publik yang terbengkalai menjadi ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat, terinspirasi konsep High Line Park di New York.
Sebaiknya Anda baca juga:
“(High Line New York) dulunya adalah rel kereta. Kemudian mangkrak dan dibuatlah taman di sepanjang jalan di tempat yang mangkrak ini. Dan ini menginspirasi bagi saya pribadi,” kata Gubernur Pramono.
“Kebetulan hari Jumat (25/7) nanti kami akan mengadakan rapat khusus bersama dengan para wali kota, bupati untuk membahas hal ini,” ucap Gubernur DKI.
“Di Jakarta banyak sekali ruang publik yang terbengkalai. Ini akan kita ubah jadi ruang terbuka hijau tanpa harus repot pembebasan lahan,” kata Gubernur Pramono. “Kami akan membuat tempat-tempat yang terbengkalai dan di kita banyak banget itu, menjadi ruang yang bisa dimanfaatkan oleh publik,” imbuh dia.
Ia mencontohkan bagaimana kota-kota besar lain seperti New York berhasil menyulap area-area mangkrak menjadi tempat menarik dan fungsional. Sedangkan di Jakarta sendiri, Gubernur Pramono juga memberikan perhatiannya terhadap kebersihan kota dan perawatan taman.
Salah satu rencana Pemprov DKI untuk menambah ruang terbuka hijau yakni menggabungkan Taman Leuser, Ayodya, dan Langsat, menggunakan anggaran non-APBD. Nantinya, taman seluas 6,5 hektare ini akan dilengkapi dengan fasilitas jogging track dan lainnya.
Ia berharap fasilitas baru ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk berolahraga selain Gelora Bung Karno (GBK).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!