Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Betapa Pentingnya Mitigasi Hadapi Ancaman Kejahatan Siber, tapi Masih Terabaikan

📅 Kamis, 24 Jul 2025, 14:25 WIB | Oleh:
Betapa Pentingnya Mitigasi Hadapi Ancaman Kejahatan Siber, tapi Masih Terabaikan Doc: antara foto
Ket. Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Teguh Arifiyadi dalam sebuah forum tentang keamanan digital di Jakarta, Kamis (24/7).

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik menekankan akan betapa pentingnya mitigasi dan sistem cadangan (backup) dalam menghadapi ancaman kejahatan siber. Terlebih, 90 persen serangan siber bersumber dari manipulasi sosial, yang mengecoh pengguna melalui teknik penyamaran identitas digital.

“Mitigasi dan backup bukan lagi pilihan, tetapi keharusan dalam rangka menghadapi ancaman kejahatan siber yang semakin kompleks dan canggih,” kata Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Teguh Arifiyadi dalam sebuah forum tentang keamanan digital di Jakarta, Kamis (24/7).

Teguh menyampaikan bahwa hampir setiap orang di Indonesia pernah mengalami atau setidaknya menjadi target upaya penipuan digital, mulai dari SMS palsu hingga serangan rekayasa sosial (social engineering).

Menurut dia, lebih dari 90 persen serangan siber bersumber dari manipulasi sosial, yang mengecoh pengguna melalui teknik penyamaran identitas digital.

“Teknologi deepfake dan rekayasa AI kini bisa mengelabui sistem verifikasi paling dasar. Bahkan video call bisa dilakukan oleh pihak yang menyamar menyerupai pejabat tinggi. Jika tidak diantisipasi, dampaknya bisa sampai ke level negara," ujar Teguh.

Dalam konteks transaksi digital, Komdigi mencatat bahwa pada 2024 terdapat lebih dari 250 juta dokumen digital yang ditandatangani secara elektronik.

Teguh mengingatkan bahwa jika proses verifikasi identitas tidak dilakukan dengan standar tinggi, maka potensi penyalahgunaan dokumen bisa sangat besar, terutama jika menyangkut dokumen keuangan atau hukum bernilai tinggi.

Sebagai upaya mitigasi, Komdigi secara rutin mengaudit semua penyelenggara sertifikasi elektronik (CE) dan memperbarui standar keamanan secara harian, bukan hanya tahunan.

Teguh menekankan bahwa standar seperti verifikasi wajah harus mampu mendeteksi apakah data diambil dari kamera atau galeri, dan membedakan manusia asli dari rekayasa AI.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya sistem backup yang andal guna menghindari kerugian akibat serangan siber.

Teguh juga mengingatkan bahwa keamanan digital tidak bisa hanya diukur dari nilai perangkat atau sistemnya, tetapi dari aset dan data yang dilindungi.

“Banyak yang berpikir pagar seharga Rp5 miliar sudah cukup untuk rumah Rp10 miliar, padahal mereka lupa bahwa isi rumah dan nyawa penghuninya jauh lebih bernilai,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Komdigi kini gencar mendorong pendekatan holistik yang melibatkan masyarakat, penyelenggara layanan digital, dan seluruh ekosistem untuk memperkuat proteksi dari serangan siber termasuk dari potensi serangan oleh pelaku dalam (insider threat).

“Tidak ada sistem yang benar-benar kebal. Tapi dengan mitigasi yang matang dan backup yang kuat, kerugian bisa ditekan. Ini bukan sekadar urusan teknis, tapi soal keberlangsungan layanan dan keselamatan digital masyarakat,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
BMKG: Sebagian Jakarta Baka...

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

1.5 jam yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.