Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengendara Tolak Larangan Sepeda Motor Berbahan Bakar Bensin

📅 Senin, 21 Jul 2025, 02:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengendara Tolak Larangan Sepeda Motor Berbahan Bakar Bensin Doc: AFP/Nhac NGUYEN
Ket. Seorang perempuan sedang mengendarai sepeda motor di Hanoi, Vietnam, pada Kamis (17/7) lalu. Rencana transisi hijau Vietnam untuk melarang sepeda motor boros bahan bakar dari pusat kota Hanoi telah banyak ditentang oleh warganya.

HANOI – Rencana Vietnam untuk melarang sepeda motor boros bahan bakar dari pusat kota Hanoi yang mungkin bisa membersihkan udara di ibu kota yang diselimuti kabut asap, mendapat hambatan karena pengendara sepeda motor khawatir membayar biaya yang tinggi untuk transisi hijau di ibu kota tersebut.

“Tentu saja semua orang menginginkan lingkungan yang lebih baik,” kata seorang ibu rumah tangga  berusia 52 tahun bernama Dang Thuy Hanh, yang menolak membayar 80 juta dong (3.900 dollar AS) yang harus dikeluarkan keluarganya untuk mengganti empat sepeda motor mereka dengan sepeda motor listrik.

“Mengapa harus memberikan kami beban atas kebijakan tanpa persiapan yang matang?” gerutu dia.

Lalu lintas sepeda motor di Hanoi merupakan bagian tak terpisahkan dari hiruk pikuk perkotaan. Pusat kota di utara yang berpenduduk sembilan juta jiwa ini memiliki hampir tujuh juta kendaraan roda dua, yang melaju kencang di tengah kemacetan pada jam sibuk.

Emisi gas buang yang dikeluarkannya menyembur secara berkala, menjadikan kota tersebut menduduki peringkat teratas kota dengan polusi terburuk di dunia, padahal polusi telah merenggut sedikitnya 70.000 nyawa setiap tahunnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Pemerintah akhir pekan lalu mengumumkan rencana untuk melarang sepeda berbahan bakar fosil dari pusat kota Hanoi pada Juli mendatang. Rencana ini akan diperluas secara bertahap untuk melarang semua kendaraan berbahan bakar bensin di wilayah perkotaan dalam lima tahun ke depan.

Hanh, salah satu dari 600.000 orang yang tinggal di zona pusat larangan, mengatakan bahwa tingginya biaya sepeda listrik membuatnya khawatir akan hilangnya sejumlah besar uang simpanannya. Meskipun mengakui sepeda listrik dapat membantu mengurangi polusi, ia menyesalkan kurangnya titik pengisian daya listrik umum di dekat rumahnya di sebuah gang kecil di jantung kota.

“Mengapa memaksa warga untuk berubah sementara infrastruktur kota belum mampu beradaptasi dengan situasi baru?” ungkap dia.

Tindakan Drastis

Banyak keluarga di Vietnam memiliki sedikitnya dua sepeda motor untuk perjalanan sehari-hari, mengantar ke sekolah, bekerja, dan bersantai.

Usulan untuk mereformasi transportasi dengan alasan lingkungan seringkali memicu tuduhan bahwa beban perubahan paling dirasakan oleh kelas pekerja.

Pihak berwenang Hanoi mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk meringankan beban keuangan dengan menawarkan subsidi setidaknya 3 juta dong per peralihan ke sepeda listrik, serta meningkatkan layanan bus umum.

Mengingat polusi udara merupakan ancaman besar bagi kesehatan manusia, lingkungan, dan kualitas hidup, Wakil Wali Kota Hanoi, Duong Duc Tuan awal pekan ini mengatakan bahwa tindakan drastis amat diperlukan.

Dalam laporan terkini, Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup Hanoi mengatakan lebih dari separuh kabut asap beracun yang menyelimuti kota itu hampir sepanjang tahun berasal dari kendaraan berbahan bakar bensin dan solar. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Olahraga
UEFA Nations League: Pesta ...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.