Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Karhutla, Polhut KPHL Pasaman Raya Intensifkan Patroli di Titik Rawan

📅 Senin, 21 Jul 2025, 20:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Karhutla, Polhut KPHL Pasaman Raya Intensifkan Patroli di Titik Rawan Doc: Antara Foto
Ket. Petugas Pemadam Kebakaran Pasaman saat melakukan pemadaman api pada kebakaran lahan di Puncak Koto Panjang, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman

Polisi Kehutanan (Polhut) dari Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (UPTD KPHL) Pasaman Raya, Sumatera Barat gencarkan patroli ke sejumlah titik rawan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala UPTD KPHL Pasaman Raya Terra Darma melalui Kanit Admin, M. Manullang di Lubuk Sikaping, Senin, mengatakan daerah yang rawan karhutla tersebar di daerah lahan yang ditumbuhi alang-alang.

"Musim kemarau ini memang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Khususnya daerah Kecamatan Mapattunggul, Mapattunggul Selatan dan Rao Selatan. Karena lahan didaerah itu banyak ditumbuhi alang-alang yang memicu mudahnya api menyebar dan meluas," terang M. Manullang.

Patroli polisi kehutanan kata Manullang fokus melakukan pencegahan dini terjadinya kebakaran hutan di lahan masyarakat maupun kawasan Hutan Lindung (HL).

"Kita gencarkan patroli ke daerah-daerah yang rawan. Kemudian juga diberikan sosialisasi kepada petani agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan baru," tambahnya.

Disamping itu, kata M Manullang, pihaknya juga bekerjasama dengan TNI-Polri yang ada untuk bersama-sama lakukan pencegahan terjadinya karhutla.

"Kemudian melibatkan pihak pemerintahan ditingkat kecamatan dan wali nagari. Agar melakukan upaya serupa, deteksi dini dan pencegahan pembakaran lahan oleh masyarakat. Sebab 80 persen daerah Pasaman merupakan daerah sektor pertanian," katanya.

Dinas kehutanan dalam kurun waktu dua bulan terakhir sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan seluas 25 hektare.

"Bulan Juni 2025 lalu terjadi kebakaran hutan dan lahan kawasan Hutan Lindung (HL) didaerah Rao Selatan seluas 10 hektare. Pada Sabtu (19/7) kemarin juga terjadi kebakaran lahan seluas 15 hektare di Rao Selatan. Totalnya sudah 25 hektare," katanya.

Pihaknya saat ini juga tengah melakukan penyelidikan penyebab kebakaran yang berada di kawasan hutan lindung tersebut.

"Tengah diselidiki. Jika ditemukan tindak pidananya bakal ditindak tegas," katanya.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Pasaman Etriwaldi mengatakan dalam situasi siap siaga jika terjadi kebakaran hutan dan lahan di daerah setempat.

"Pos Damkar Pasaman selalu siaga dengan dua pos yaitu Tapus Padang Gelugur dan Lubuk Sikaping. Pada peristiwa kebakaran hutan Sabtu (19/7) kemarin juga kita turunkan tiga unit damkar untuk memadamkan api dilokasi kejadian Rao Selatan," sebutnya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Luar Negeri
Trump Kunjungi Irlandia, Te...
Luar Negeri
Gaun Balas Dendam Putri Dia...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.