Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proyek Geotermal Flores Dipersoalkan, Gubernur NTT Gelar Dialog dengan Warga

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 11:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Proyek Geotermal Flores Dipersoalkan, Gubernur NTT Gelar Dialog dengan Warga Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur NTT Melki Laka Lena (kedua kanan) saat berdialog dengan warga yang menolak proyek Geothermal di Flores.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT)  Melki Laka Lena melakukan dialog dengan sejumlah masyarakat Desa Lungar di Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, Kamis, yang menolak proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) atau geotermal di daerah tersebut.

"Saya pastikan ini pertemuan pertama dan bukan yang terakhir dan saya harap kita bisa berdialog dengan baik untuk mencari titik temunya," kata Melki saat berdialog dengan masyarakat di desa tersebut.  

Melki mengatakan akan melakukan dialog lebih lanjut dengan warga Desa Lungar untuk memastikan keberlanjutan proyek PLTP di sana. Pada saat yang sama dirinya juga mengajak warga untuk memastikan relasi persaudaraan di Poco Leok yang renggang selama ini dapat kembali direkatkan, sehingga tidak menimbulkan konflik masyarakat. 

“Geotermal itu tidak lebih hebat dari persaudaraan dan kekeluargaan. Jauh sebelum barang ini ada, kita adalah satu keluarga besar,” katanya.

Pemerintah NTT memiliki niat baik untuk membangun wilayah tersebut tanpa harus mengorbankan warga desa, katanya, menegaskan. 

"Kalau kami punya niat jahat terhadap Poco Leok, kami tidak akan selamat keluar dari sini," kata Melki. 

Ia mengatakan ada pro dan kontra dalam proyek pembangunan PLTP itu, namun pembangunannya akan terus bergerak maju. Dirinya meyakini akan ada titik temu dengan warga. 

Melki sempat mendapat penolakan warga sebelum berdialog. Warga melakukan unjuk rasa di gerbang kampung, menolak proyek PLTP tersebut. 

Meski demikian mantan anggota DPR RI itu tetap menyapa sejumlah warga dan mengatakan kedatangannya di sana untuk berdialog dan mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat terkait pro dan kontra pelaksanaan proyek PLTP tersebut.

"Terima kasih untuk penyambutannya, saya lihat ini sebagai penghormatan terhadap saya," kata Melki, yang menilai aksi warga di sana sebagai bagian bentuk penghormatan atas kunjungannya. 

Mama Merry, salah seorang perwakilan warga Desa Lungar, kepada Gubernur mengatakan kehadiran proyek PLTP itu tidak mendatangkan keuntungan bagi warga. Dirinya menilai keberadaan fasilitas pembangkit listrik dapat merusak tatanan adat masyarakat Poco Leok. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.