Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kompetensi SDM Kesehatan di Bidang Kardiovaskular, RS Harapan Kita Luncurkan Pusat Pelatihan Perawatan Jantung

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 19:38 WIB | Oleh:
Perkuat Kompetensi SDM Kesehatan di Bidang Kardiovaskular, RS Harapan Kita Luncurkan Pusat Pelatihan Perawatan Jantung Doc: RSJPD
Ket. Seremoni peluncuran Pusat Pelatihan Perawatan Jantung (Cardiac Care Training Center/CCTC) Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, di Jakarta pada hari Kamis (17/7).

JAKARTA -  Data Kementerian Kesehatan pada tahun 2023 menyebutkan, Indonesia menghadapi tantangan yang kritis: penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama kematian, dengan kondisi yang berhubungan dengan jantung dan stroke menyumbang hampir sepertiga dari seluruh kematian.

Di sisi lain, laporan WHO di tahun yang sama menyoroti bahwa jumlah tenaga kesehatan di Indonesia sekitar 2,7 tenaga kesehatan per 1.000 penduduk masih jauh di bawah angka minimum yang direkomendasikan WHO, yaitu 4,45 per 1.000 penduduk.

Sebagai langkah penting untuk memperkuat kompetensi SDM kesehatan di bidang kardiovaskular, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, pada hari Kamis (16/7) meresmikan Pusat Pelatihan Perawatan Jantung (Cardiac Care Training Center/CCTC). Fasilitas modern ini dirancang untuk membekali para profesional kesehatan di seluruh Indonesia dengan keterampilan dan pengalaman praktis dalam perawatan jantung.

CCTC berupa ruangan modern yang dilengkapi teknologi simulator dan workstation pencitraan digital ini adalah sebuah jawaban untuk penyediaan pendidikan dan pelatihan berskala nasional, khususnya pada penyakit jantung dan pembuluh darah.

Fasilitas CCTC berlokasi di lantai 4 Gedung Diklat RSJPD Harapan Kita, dan merupakan kolaborasi dengan Siemens Healthineers dan Boston Scientific. Dengan kapasitas 25 peserta, pusat pelatihan ini dirancang untuk menjadi pusat pelatihan interdisipliner nasional dalam bidang diagnostik, intervensi, dan pencitraan kardiovaskular yang menyasar para ahli jantung, ahli radiologi, radiografer, dan staf laboratorium kateterisasi.

“Sebagai rumah sakit rujukan nasional untuk pelayanan kardiovaskular, kami berkomitmen tidak hanya memberikan perawatan kelas dunia tetapi juga untuk memastikan pendidikan yang berkesinambungan,” ujar Dr. dr. Dicky Hanafy, Sp. JP, Subsp Ar (K), Subs KI (K), Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, pada kesempatan tersebut yang disampaikan melalui keterangan tertulis pada hari Kamis (17/7).

“CCTC mencerminkan visi kami untuk menjadi pusat berbagi pengetahuan dan pengembangan keterampilan yang menjangkau rumah sakit dan dokter di seluruh Indonesia,” tambanya.

Peresmian ini juga menandai dimulainya angkatan pertama pelatihan resmi di CCTC, yang diikuti oleh peserta dari berbagai unit internal RSJPD Harapan Kita. Menurut Ibu Tina Rahmawati, SP, MM, Manajer Instalasi Pendidikan dan Pelatihan, RSJPD Harapan Kita telah melatih lebih dari 9.500 tenaga kesehatan profesional sepanjang tahun 2024.

Dengan hadirnya pusat pelatihan ini, peran RSJPD Harapan Kita sebagai pemimpin pelatihan nasional semakin diperkuat. Hal ini terutama melalui jejaring yang terhubung dengan lebih dari 560 rumah sakit rujukan di seluruh nusantara.

Kurikulum pusat pelatihan ini mencakup pelatihan seperti Interpretasi CTA Koroner, Akuisisi CT Jantung, Optimalisasi Dosis Radiasi, Pemantauan Hemodinamik di Laboratorium Jantung, dan Pencitraan Intervensional di Kamar Operasi hibrida. Semua ini didukung oleh para pengajar yang berpengalaman dan bersertifikasi di bawah program Plataran Sehat Indonesia dari Kementerian Kesehatan.

“Di Siemens Healthineers, kami meyakini transformasi pelayanan kesehatan melalui pendidikan dan inovasi,” ujar Country Head, Siemens Healthineers Indonesia Alfred Fahringer pada kesempatan tersebut.

“Kemitraan dengan Harapan Kita ini memastikan tenaga kesehatan profesional Indonesia memiliki akses ke teknologi pencitraan kelas dunia dan pelatihan langsung yang memungkinkan hasil yang lebih baik bagi pasien jantung,”

Country Leader Boston Scientific Indonesia, Alphons Festus menambahkan, pihaknya bangga dapat berkolaborasi dalam pusat pelatihan ini karena ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien.

“Dengan memberdayakan para dokter melalui pengetahuan prosedural dan keahlian teknis yang canggih, kami berkontribusi terhadap perawatan kardiovaskular yang berkelanjutan di Indonesia," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Megapolitan
Solidaritas Sosial dengan K...
Megapolitan
Kondisi Perekonomian Jakart...
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.