Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Main Curang di Beras SPHP, Kini Kena Batunya!

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 00:01 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Main Curang di Beras SPHP, Kini Kena Batunya! Doc: istimewa
Ket. Kemandirian Pangan - Tindak Distributor Nakal Beras SPHP

JAKARTA – Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pentingnya pengawasan langsung terhadap penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sanksi berat menanti pihak pihak yang melakukan pelanggaran distribusi.

"Kami ingin memastikan penyaluran beras SPHP berjalan lancar dan sesuai ketentuan. Ini penting agar masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap beras dengan harga terjangkau," ujar Rizal saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (16/7).

Ahmad Rizal menegaskan, penyaluran beras SPHP kini diperketat sesuai kebijakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum BULOG. Melalui aplikasi Klik SPHP, penjual yang ingin mendapatkan pasokan beras SPHP wajib terdaftar dan tersertifikasi terlebih dahulu. "Setelah badan usaha jelas dan izinnya lengkap, baru diperbolehkan memesan beras SPHP," jelas Rizal.

Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP di wilayah Jawa ditetapkan sebesar 12.500 rupiah per kilogram (kg), dengan kemasan 5 kg. Masyarakat diperbolehkan membeli maksimal dua kemasan (10 kg), dan dilarang memperjualbelikan kembali beras SPHP yang telah dibeli.

Distribusi beras SPHP dilakukan melalui saluran-saluran penjualan yang menyentuh langsung ke konsumen, antara lain pedagang eceran di pasar rakyat, Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kios Pangan binaan Pemerintah Daerah dan Gerakan Pangan Murah.

Rizal menegaskan sanksi berat menanti pelanggar aturan pendistribusian. "Apabila tidak mematuhi ketentuan, sanksinya cukup berat dan hukumannya bisa sampai 5 tahun penjara. Beras SPHP juga tidak boleh dijual di pasar modern," tegasnya.

Program SPHP merupakan penugasan resmi dari pemerintah kepada Perum BULOG melalui Bapanas, yang berlaku mulai Juli hingga Desember 2025. Program ini adalah bagian dari strategi pemerintah dalam mengantisipasi kenaikan harga beras dan menjaga daya beli masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyatakan dukungan penuh terhadap program SPHP dan akan berkolaborasi dengan Perum BULOG dalam pengawasan dan pengendalian distribusinya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.