Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Musim Kemarau Kok Masih Hujan? Fenomena Bediding Bikin Indonesia Masuk Era Cuaca Gila!

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 06:15 WIB | Oleh:
Musim Kemarau Kok Masih Hujan? Fenomena Bediding Bikin Indonesia Masuk Era Cuaca Gila! Doc: Pexels
Ket. Ilustrasi musim hujan

JAKARTA - Indonesia tengah memasuki masa kemarau, namun yang terjadi justru jauh dari gambaran klasik cuaca kering dan langit cerah tanpa gangguan. 

Tahun ini, publik di berbagai daerah dibuat bingung dengan kemunculan fenomena bediding, udara dingin yang menggigit, terutama saat malam hingga pagi hari. 

Suasana pagi yang menusuk tulang kini menjadi keluhan banyak warga, khususnya di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Fenomena ini sebenarnya merupakan gejala alamiah puncak musim kemarau. Saat tutupan awan minim dan angin timur dari Australia mendominasi, suhu udara otomatis turun drastis. 

Angin tersebut membawa massa udara kering dan dingin yang langsung menyergap wilayah Indonesia bagian selatan. Langit yang tampak cerah justru menjadi tanda bahwa kelembapan udara sangat rendah, sehingga sensasi dingin terasa lebih menusuk dibanding biasanya.

Namun ada hal yang mengejutkan di musim kemarau kali ini, BMKG mengungkap Indonesia sedang mengalami kemarau basah. Alih-alih kering total, justru hujan masih turun di banyak wilayah, bahkan dengan curah di atas rata-rata. 

Penyebabnya? Suhu muka laut yang tetap hangat serta gelombang atmosfer aktif yang membawa uap air dari laut ke daratan.

Kondisi ini menciptakan kombinasi cuaca yang membingungkan, malam super dingin tapi siang kadang hujan deras. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap siaga menghadapi cuaca tak menentu ini. 

Meski biasanya musim kemarau jadi momen aman dari bencana hidrometeorologi, kali ini hujan bisa saja memicu banjir mendadak atau tanah longsor, terutama di daerah yang struktur tanahnya labil.

Fenomena ini sekali lagi menegaskan perubahan iklim bukan sekadar wacana. Cuaca ekstrem dan pola musim yang tak bisa diprediksi jadi alarm keras bagi seluruh masyarakat untuk lebih sadar dan siap menghadapi ketidakpastian iklim.

Jadi, jangan salah sangka. Meski kalender bilang musim kemarau, realitas di lapangan menunjukkan Indonesia tengah menghadapi kemarau rasa musim hujan, dingin menggigit tapi hujan tak kunjung pergi.

Jangan lupa siapin payung dan jas hujan milikmua ya!

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.