Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

FSKN Gelar Pameran Lukisan 'Revitalisasi Keraton Nusantara'

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 14:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
FSKN Gelar Pameran Lukisan 'Revitalisasi Keraton Nusantara' Doc: ANTARA
Ket. Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) menyelenggarakan pameran lukisan bertajuk Revitalisasi Keraton Nusantara di Antara Heritage Center (AHC), Jakarta, Jumat (24/4/2026).

JAKARTA - Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) berkolaborasi dengan seniman dari Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI), Himpunan Pelukis Jakarta (Hipta) dan Asosiasi Pelukis Nusantara (Aspen) menyelenggarakan pameran lukisan bertajuk Revitalisasi Keraton Nusantara.

Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional dan Pameran Lukisan FSKN Dedi Yusmen mengatakan tujuan dari dibuatnya pameran ini merupakan wujud komitmen bersama untuk melestarikan warisan leluhur yang menjadi pilar identitas bangsa.

“Kita lupa bahwasanya Nusantara ini dulunya adalah semacam sentral peradaban dan kebudayaan, karena terjadilah perubahan zaman, kita lupa dengan apa yang jadi dasar kita. Kearifan lokal terbukti sebagai sistem yang kontekstual dan berpresisi tinggi yang akhirnya menjadi Republik Indonesia,” kata Dedi saat pembukaan pameran lukisan Revitalisasi Keraton Nusantara di Antara Heritage Center (AHC), Jakarta, Jumat (24/4).

Pameran lukisan berlangsung pada 24-28 April di Gedung AHC Jakarta Pusat. Pameran ini menghadirkan kolaborasi yang tidak hanya menyatukan gaya visual namun, menyatukan pula visi pentingnya menghidupkan kembali makna keraton di era kontemporer.

Tema revitalisasi menjadi titik temu gagasan melalui representasi keraton sebagai objek visual dan juga entitas yang perlu dihidupkan kembali dalam kesadaran masyarakat.

Pameran melibatkan 44 pelukis dari komunitas pelukis Nusantara sebagai dukungan bagi FSKN dalam memperjuangkan revitalisasi keraton-keraton di Nusantara.

Ketua Umum FSKN, Brigjen Pol (P) AA Mapparessa mengatakan visi FSKN memegang komitmen untuk berkolaborasi strategis dengan pemerintah dalam menjaga budaya di tengah arus globalisasi.

“Kami memilih untuk menjadi partner strategis daripada pemerintah, kami harus menjaga netralisasi ini karena para raja sultan di wilayah masing-masing mereka adalah radiator pendingin, bila mana ada konflik-konflik, ada sesuatu yang perlu diselesaikan,” kata Mapparessa.

Ia juga mengatakan pameran ini bukan sekadar peristiwa artistik namun menyelaraskan kebudayaan keraton yang sarat makna sejarah dengan teknologi terus berkembang dalam kehidupan modern.

“Apa yang kami lakukan ini bukan mengembalikan kejayaan kerajaan atau keraton masa lalu, tapi ini adalah bagaimana supaya aset-aset yang ada di masing-masing kerajaan, kesultanan itu dioptimalkan sehingga bisa menjadi sumber devisa yang bisa membantu masyarakat,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.