Sekolah Rakyat, Wujudkan Harapan Anak Nelayan di Ujung Negeri
📅 Selasa, 15 Jul 2025, 17:41 WIB | Oleh: OpikDi Kabupaten Aceh Besar, pelaksanaan Sekolah Rakyat dilakukan di dua titik yaitu Sentra Darussa’adah, Sekolah Rakyat Menengah Atas I Kabupaten Aceh Besar di Kecamatan Darul Imarah dan di Indrapuri, Sekolah Rakyat Menengah Atas 2 Aceh Besar.
"Ayah dengan mamak sangat senang karena saya bisa lanjut sekolah secara gratis bantuan dari pemerintah," kata Dina.
Dari segi ekonomi Dina masuk dalam data penerima bantuan dari Pemerintah, tapi untuk akademik, ia merupakan siswi yang diperhitungkan di SMP Negeri 1 Masjid Raya, karena juara bertahan peringkat 2.
Dara yang akan berulang tahun pada 23 Juli 2025 itu berkesempatan untuk meraih mimpi menjadi guru, sama halnya dengan kakaknya yang bisa melanjutkan studi sampai perguruan tinggi dengan beasiswa KIP kuliah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kakak jadi perawat dan cita-cita saya guru serta adik saya nanti dia mondok di dayah/pesantren," tutur siswa yang menyukai pelajaran biologi tersebut.
Dina yang saat ini duduk di kelas X-2 Sekolah Rakyat Menegah Atas (SRMA) 2 Aceh Besar mengaku akan belajar dengan yakin dan tekun untuk mengejar mimpi.
Baginya SRMA 2 Aceh Besar adalah bagian dari langkah merajut asa yang telah di tanam sejak duduk dibangku sekolah dasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga patut bersyukur di sekolah tersebut menekankan prinsip kesetaraan dan kebersamaan dalam pendidikan, tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.
Selama berada di asrama, mereka akan didampingi sepuluh pengasuh dan 17 guru yang akan membersamai pembelajaran serta mengasah berbagai potensi, minat dan bakat Dina dan seluruh siswa.
Selain Dina, juga ada Ulfa Mahera yang berasal dari Kecamatan Masjid Raya. Ia adalah anak dari Ibrahim yang saat ini terbaring karena sakit yang diderita.
Sakit yang diderita itu, mengakibatkan Ibrahim tidak mampu lagi mencari nafkah untuk keluarganya.
"Ayah dulu nelayan juga, tapi sekarang tidak bekerja lagi. Ibu tidak bekerja, abang yang ikut membantu kebutuhan keluarga," kata Ulfa dengan mata berkaca-kaca.
Ulfa terdiam sejenak mengatur nafas saat menceritakan kondisi keluarganya, termasuk dengan kesempatan yang didapat untuk meraih mimpi menjadi dokter.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!