Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratusan Siswa Kampanyekan MPLS Anti Judol-Pinjol dan Perundungan

📅 Senin, 14 Jul 2025, 17:33 WIB | Oleh:
Ratusan Siswa Kampanyekan MPLS Anti Judol-Pinjol dan Perundungan Doc: ANTARA/Moch Asim
Ket. Siswa jenjang SMA/SMK/SLB saat mengampanyekan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ramah dengan komitmen anti judi online (daring), pinjaman online, dan perundungan saat pembukaan MPLS di SMA 1 Hang Tuah Surabaya, Jatim, Senin (14/7).

SURABAYA - Sebanyak 530 murid baru jenjang SMA/SMK/SLB mengampanyekan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dengan komitmen antijudi online, pinjaman online, dan perundungan saat pembukaan MPLS di SMA 1 Hang Tuah Surabaya, Jatim, Senin (14/7).

"Kegiatan ini menjadi langkah awal agar seluruh murid memahami dan mengikuti MPLS Ramah sesuai pedoman Kemendikdasmen," kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai usai membuka MPLS.

Ratusan siswa yang merupakan perwakilan dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik tersebut menandatangani komitmen bersama untuk menjalankan MPLS yang ramah, edukatif, inklusif, dan bebas kekerasan.

Menurut Aries, pentingnya kampanye ini karena murid kini sangat dekat dengan gawai dan teknologi, yang berpotensi menjerumuskan mereka ke jerat judi online, pinjaman ilegal, atau penyalahgunaan narkoba.

"Ini bisa menjadi edukasi agar mereka tidak terjebak pada arus informasi yang menyesatkan," ujarnya.

Selama lima hari MPLS berlangsung, para murid akan diperkenalkan pada lingkungan sekolah, kurikulum nasional, aktivitas ekstrakurikuler, serta tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

"Kita harapkan mereka bisa segera beradaptasi dan memahami peminatan masing-masing seperti IPA, IPS atau Bahasa," katanya.

Tahun ini, MPLS juga menjadi pengantar bagi murid untuk menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang akan digelar November mendatang. TKA bukan penentu kelulusan, namun jadi acuan peningkatan akademik.

Pada hari yang sama, seluruh murid juga mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat secara serentak. Dindik Jatim menargetkan kegiatan ini menjadi rutinitas harian sebelum pembelajaran dimulai.

"Senam ini membuat murid lebih segar dan siap belajar," ujar Aries.

Selain itu, pengawasan terhadap perundungan juga diperketat. Guru wajib berada bersama murid selama MPLS berlangsung.

"Tidak ada lagi MPLS yang dikendalikan senior. Guru harus mendampingi langsung," katanya.

Jika masih terjadi kasus bullying, sanksi akan diberikan berdasarkan tingkat kekerasan. "Tapi kita berharap tidak ada, bahkan bisa zero kasus tahun ini," katanya.

Pada momen tersebut, dua Rekor MURI diberikan kepada Dindik Jatim, masing-masing untuk penampilan 530 ribu murid dalam senam massal dan inisiasi beasiswa terbanyak sebanyak 72.841 murid.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.