Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Aplikasi Ilmajinasi.id untuk Pendidikan di Waerah Tertinggal

📅 Senin, 14 Jul 2025, 17:30 WIB | Oleh:
Mahasiswa Universitas Brawijaya Ciptakan Aplikasi Ilmajinasi.id untuk Pendidikan di Waerah Tertinggal Doc: ANTARA/HO/Universitas Brawijaya
Ket. Aplikasi buatan mahasiswa UB.

MALANG - Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB), Elang Orvala Rony Putra bersama timnya menciptakan aplikasi berbasis website bernama ilmajinasi.id, yang dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan, seperti E-Lab, Inclusivity, Game Misi Literlogika, QR-Generated Content, dan Artikel.

Elang Orvala mengatakan Fitur E-Lab dirancang untuk membantu siswa memahami konsep-konsep sains secara lebih mendalam melalui pembelajaran berbasis animasi hologram, khususnya untuk materi yang sulit dipahami secara teori.

"Dengan memindai QR code, siswa dapat mengakses informasi laboratorium serta video pembelajaran interaktif, salah satunya mengenai sistem pencernaan," kata Elang dalam keterangannya di Malang, Jawa Timur, Senin.

Sedangkan Fitur Inclusivity ditujukan untuk memperluas akses pembelajaran bahasa isyarat, terutama bagi penyandang disabilitas rungu. Melalui fitur ini, pengguna dapat belajar secara mandiri dengan video pembelajaran bahasa isyarat yang dapat diunduh dan diakses secara offline.

Selain itu, ilmajinasi.id juga menghadirkan permainan edukatif berupa gim misi literlogika. Gim ini dirancang untuk menumbuhkan kemampuan pemecahan masalah (problem solving), meningkatkan minat belajar, dan memperkuat pemahaman terhadap materi pelajaran dengan cara yang menyenangkan.

Inovasi ini tercetus setelah Elang dan tim melakukan studi lapangan di Jambi, salah satu daerah tertinggal. Aplikasi ini juga difokuskan untuk mengatasi tantangan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya dalam aspek literasi, digitalisasi, disabilitas, dan kreativitas pendidikan.

Hanya saja, aplikasi tersebut masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia di App Store.

Namun demikian, aplikasi yang ciciptakan oleh Elang bersama timnya itu menorehkan prestasi di kancah internasional. Elang meraih penghargaan sebagai Best Speaker dan Best Digital Innovation dalam ajang yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Exclusion Network di Thailand pada 16–20 Juni 2025.

Sebelum berangkat ke Thailand, Elang mengikuti serangkaian proses seleksi ketat dan akhirnya terpilih sebagai peserta student exchange fully funded ke Chulalongkorn University, Bangkok.

Selama 10 hari, ia mengikuti berbagai kegiatan, seperti kunjungan kampus, pitching inovasi, dan presentasi program yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.

Hanya saja, keikutsertaan Elang dalam kegiatan ini bertepatan dengan masa Ujian Akhir Semester (UAS). Namun, ia mendapat dispensasi dari fakultas untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan internasional tersebut.

“Fakultas (FIB) memberikan dukungan berupa dispensasi selama saya berada di Thailand, karena waktu itu bersamaan dengan UAS,” kata Elang.

Ia menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan, yang memungkinkan dirinya tetap aktif berprestasi meskipun di tengah padatnya kegiatan akademik.

Kesuksesan Elang tidak terlepas dari Andiko Saputra Johari selaku mentor yang mendukung dibalik layar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.