Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semeru Meletus, Jalur Vital Malang–Lumajang Ditutup, Ini Rute Alternatifnya

📅 Rabu, 19 Nov 2025, 21:22 WIB | Oleh:
Semeru Meletus, Jalur Vital Malang–Lumajang Ditutup, Ini Rute Alternatifnya Doc: ANTARA/Irfan Sumanjaya
Ket. Petugas menunjukkan luncuran awan panas dari layar cctv pos pantau di Pos Pengamatan Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (19/11).

MALANG - Kepolisian Resor Malang menutup sementara jalur utama Malang–Lumajang melalui Ampelgading menyusul erupsi Gunung Semeru yang kini berstatus Level IV atau Awas.

Penutupan diberlakukan demi keselamatan pengguna jalan, sementara pengendara diarahkan melalui rute alternatif.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Malang Ajun Komisaris Polisi Muhammad Alif Chelvin Arliska mengatakan penutupan akses jalan Malang-Lumajang itu dilakukan sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman.

"Untuk dari (arah) Lumajang sudah ditutup sementara dari polsek setempat dan dari sisi Kabupaten Malang sudah kami informasikan untuk mengikuti ditutup sementara sampai kondisi aman," kata Chelvin di Malang.

Usai akses jalan melalui Ampelgading ditutup, Chelvin mengimbau pengendara kendaraan bermotor dari arah Malang yang akan menuju Lumajang menggunakan jalur alternatif.

"Jalurnya Malang - Pasuruan - Probolinggo," tambahnya.

Saat ini personel Satuan Lalu Lintas Polres Malang telah disiagakan di titik strategis untuk melakukan penyekatan sekaligus memberikan informasi kepada setiap pengguna jalan yang akan melintas di rute Malang-Lumajang melalui Ampelgading.

Kepala Seksi Humas Polres Malang Ajun Komisaris Polisi Bambang Subinanjar menambahkan penutupan jalur penghubung antardaerah itu untuk menjamin keselamatan masyarakat di tengah kondisi erupsi Gunung Semeru.

"Situasi vulkanik masih fluktuatif sehingga jalur langsung ke Lumajang tidak aman dilalui. Kami meminta masyarakat memahami dan mengikuti arahan petugas," ucapnya.

Polres Malang juga berkoordinasi dengan Polres Lumajang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait untuk memantau perkembangan erupsi Gunung Semeru serta menyiapkan langkah darurat apabila diperlukan.

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meningkatkan status aktivitas Gunung Semeru dari sebelumnya level III (Siaga) menjadi level IV (Awas).

Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam keterangannya di Bandung, Rabu, mengatakan bahwa peningkatan status Gunung Semeru menjadi Awas itu setelah hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih tinggi dan tidak stabil.

"Kenaikan tingkat aktivitas Gunung Semeru dari level III (Siaga) ke Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB," kata Wafid.

Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat, pendaki, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius delapan kilometer dari kawah gunung serta sektor barat hingga timur laut sejauh 20 kilometer dari pusat erupsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.