Menantang Jeram di Dataran Tinggi Gayo
📅 Jumat, 11 Jul 2025, 07:20 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Foto RRI
KABUPATEN Aceh Tengah yang berada di kawasan dataran tinggi Gayo banyak dikunjungi wisatawan dari luar kabupaten. Daya tariknya adalah kombinasi keindahan alam, budaya yang unik, sejarah dan juga wisata agro terutama kopinya.
Destinasi wisata seperti Danau Laut Tawar, Bukit Pantan Terong, dan perkebunan kopi Gayo, menjadi daya pesona utamanya yang menarik wisatawan dari luar daerah. Suasana pegunungan yang sejuk dan memanjakan dengan aktivitas serunya yaitu arung saat ini menjadi salah satu alasan datang ke Gayo.
Destinasi arung jeram menarik yang menghadirkan keseruan di Aceh Tengah adalah Arung Jeram Lukup Badak. Wisata arung jeram atau rafting di aliran Sungai Peusangan menawarkan rasa yang campur aduk antara menikmati pesona alam pegunungan dan sensasi berayun di atas perahu karet.
Sungai Peusangan sendiri merupakan aliran air yang berasal dari Danau Laut Tawar dengan luas 5.472 hektar berada pada ketinggian 1.148 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dari ketinggian ini air seperti dijatuhkan, meliuk-liuk dan berakhir di Selat Malaka.
Sepanjang alirannya berupa lembah-lembah hijau yang yang masih alami dan belum banyak terjamah oleh pembangunan pemukiman. Keadaaan ini menciptakan suasana yang sangat mendukung untuk kegiatan arung jeram sekaligus relaksasi di alam terbuka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari aliran ini terdapat ruas yang digunakan untuk arung jeram atau bisa disebut rafting. Dari aliran ini Arung Jeram Lukup Badak berada. Lokasinya mendekati Danau Air Tawar yang juga salah satu destinasi unggulan di Aceh khususnya Gayo, tepatnya Desa Lukup Badak, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.
Didukung dengan alamnya yang masih asri dan udara yang sejuk Arung Jeram Lukup Badak menjadi primadona menikmati akhir pekan. Aliran Sungai Peusangan yang diapit hutan, perbukitan karang, serta suasana pedesaan yang masih alami membawa orang menyatu dengan alam.
Rute arung jeram dimulai dari jembatan Lukup Badak Pegasing hingga titik finish Jembatan Sanehen, yang masih merupakan bagian dari Sungai Peusangan. Jaraknya sekitar 5 km dengan perjalanan darat. Namun melalui rafting rute ini menjadi agak lebih jauh dan lama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aliran Sungai Peusangan tergolong deras dengan berbagai jeram yang menantang untuk diarungi. Meski demikian jalur arung jeram di sungai ini masih cocok untuk pemula hingga tingkat menengah.
Jeram-jeram yang ada tergolong pada jeram kelas II hingga III. Peserta orang awam masih cukup aman, tentu dengan peralatan keselamatan yang memadai dan didampingi oleh instruktur profesional.
Sungai Peusangan memiliki beberapa jalur atau grade yang berbeda, mulai dari yang ramah keluarga hingga yang lebih ekstrem. Wisatawan keluarga atau mereka yang datang berombongan dengan teman atau rombongan perusahaan cukup bisa menikmatinya tanpa perlu rasa takut.
Dalam satu perahu karet bisa menampung 6 orang dengan ditemani satu orang pemandu yang profesional. Hampir semua pemandu yang ada merupakan atlet arung jeram. Hal ini untuk menjadi keselamatan pada peserta.
Ada dua wahana yang ditawarkan disini, untuk rute keluarga dan anak-anak bisa mencoba Jalur Keluarga (Family Trip). Untuk remaja dan dewasa disarankan untuk memilih Jalur Semi Ekstrim yang tentu saja lebih menantang menawarkan sensasi yang lebih tinggi.
Jalur Keluarga disebut cocok untuk pemula atau keluarga yang ingin mencoba sensasi arung jeram dengan tingkat kesulitan yang ringan. Jarak tempuh hanya sekitar 4,7 kilometer (km) dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!