Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PMI Korban TPPO Tinggi, Imigrasi Batam Perketat Pengawasan Sembilan Titik

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 07:35 WIB | Oleh:
PMI Korban TPPO Tinggi, Imigrasi Batam Perketat Pengawasan Sembilan Titik Doc: antara foto
Ket. Perwakilan dari Imigrasi Batam Fadel Muhammad di Batam.

BATAM - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengawasan di sembilan titik, yang mayoritas ada di pelabuhan, guna mencegah pekerja migran Indonesia (PMI) menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), apalagi hingga pertengahan 2025 telah terjadi 22 kasus TPPO.

Perwakilan dari Imigrasi Batam Fadel Muhammad mengatakan bahwa Batam memiliki sedikitnya sembilan tempat pemeriksaan imigrasi, mayoritas melalui pelabuhan laut, yang rawan disalahgunakan oleh jaringan TPPO.

“Batam ini lokasinya strategis, dekat dengan Malaysia dan Singapura, sehingga jadi tempat alternatif masyarakat untuk melintas. Tantangan kami adalah mengidentifikasi apakah mereka benar-benar pekerja migran resmi atau calon korban TPPO,” ujar Fadel dalam keterangan di Batam, Rabu (9/7) malam.

Ia menjelaskan bahwa proses pemeriksaan kerap menemui keraguan, karena di satu sisi setiap warga negara memiliki hak untuk bekerja di luar negeri.

“Tempat pemeriksaan imigrasi itu ada sembilan dan didominasi di pelabuhan, ini yang menjadi perhatian Imigrasi,” kata dia.

Fadel juga menambahkan bahwa upaya pencegahan melibatkan kolaborasi antara berbagai pihak.

“Pencegahan ini tidak hanya dari kami, tapi juga bersama TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya,” katanya.

Sementara itu, dari sisi data, Analis Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kota Batam Qistina mengatakan bahwa sesuai dengan data Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri bahwa hingga pertengahan tahun 2025 telah terjadi 22 kasus TPPO dengan 11 tersangka dan 49 pekerja migran menjadi korban.

“Mayoritas korban berasal dari daerah seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Utara, karena Batam memang menjadi titik transit utama,” ujar Qistina.

Sepanjang 2025, sebanyak 683 orang berhasil dicegah agar tidak diberangkatkan secara non-prosedural. Di tahun 2024, yang tercatat mencapai 1.024 orang.

Qistina menjelaskan bahwa keberhasilan pencegahan ini merupakan hasil sinergi antar instansi, termasuk identifikasi dini terhadap calon pekerja migran.

"Tantangannya adalah membedakan antara niat bekerja secara sah dan indikasi TPPO. Proses wawancara dan profiling sangat krusial,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

HP Luncurkan Laptop OmniBook 5

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
HP Luncurkan Laptop OmniBook 5
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.