Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejar Target 66 IPO pada 2025, Dirut BEI Sudah Pasang Kuda-kuda

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kejar Target 66 IPO pada 2025, Dirut BEI Sudah Pasang Kuda-kuda Doc: ANTARA FOTO/Fauzan.
Ket. Pengunjung mengambil gambar layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (26/6/2025).

JAKARTA - Initial Public Offering (IPO) menawarkan kesempatan bagi investor untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan sejak awal. 

IPO memungkinkan investor ritel untuk memiliki saham di perusahaan yang sebelumnya hanya dimiliki oleh investor institusional atau privat. 

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman optimistis target sebanyak 66 perusahaan akan melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia akan tercapai pada 2025.

Ia mengatakan, terdapat banyak faktor yang akan mendorong perusahaan mengajukan diri untuk melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia pada semester II-2025.

“Saya optimis. Kita kan harus optimis,” ujar Iman saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (10/7).

Seiring dengan itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna juga optimistis target sebanyak 66 perusahaan akan melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia akan tercapai pada tahun ini.

“Iya, mudah-mudahan,” ujar Nyoman.

Nyoman menjelaskan, saat ini perusahaan- perusahaan masih melakukan pembaruan laporan keuangannya sampai periode Juni 2025 (semester I-2025).

Setelahnya, perusahaan- perusahaan baru akan mengajukan dokumen kelengkapan IPO kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.

“Kami masih melihat, masih menunggu laporan keuangan yang akan disampaikan dengan menggunakan laporan keuangan per Juni. Kan mereka baru nyiapin tuh,” ujar Nyoman.

Melansir data dua tahun terakhir, Ia mengungkapkan ada sekitar 45 sampai 47 perusahaan memperbarui laporan keuangannya per Juni (semester II) dalam melengkapi dokumen IPO mereka.

Dengan demikian, pihaknya optimis akan banyak perusahaan mengajukan dokumen IPO pada semester II-2025.

“Biasanya, dari data dua tahun terakhir untuk penggunaan laporan keuangan Juni itu ada sekitar 45 sampai 47 perusahaan. Jadi itu yang kita tunggu,” ujar Nyoman.

Per 10 Juli 2025, dari target 66 perusahaan, sebanyak 22 perusahaan telah melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia, sehingga masih dibutuhkan sebanyak 44 perusahaan lagi untuk mencapai target.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
IMF Sebut Jepang Akan Turun...
Megapolitan
Bogor Siapkan PSEL Raksasa,...
Rona
Duo Pop M2M Bakal Manggung ...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.