Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamen LH Dorong Penerapan Teknologi Biochar

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 02:00 WIB | Oleh:
Wamen LH Dorong Penerapan Teknologi Biochar Doc: ANTARA/HO-KLH
Ket. Wamen LH/Wakil Kepala BPLH Diaz Hendropriyono (ketiga dari kanan), Menteri PPN/Kepala Bappenas Rahmat Pambudi (kedua dari kanan) serta Utusan Khusus Presiden bidang Perubahan Iklim dan Ketua Umum ABII Hashim Djojohadikusumo (tengah).

Jakarta - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono menyatakan secara aktif mendorong penerapan teknologi biochar. Dorongan ini didasari oleh potensi besar biochar sebagai solusi inovatif dalam menghadapi tantangan lingkungan, khususnya perubahan iklim dan peningkatan kesuburan tanah.

"Aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dua-duanya perlu kita lakukan bersama-sama. Salah satunya seperti yang teman-teman ABII lakukan melalui teknologi biochar," ujar Wamen LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan (BPLH) Diaz di Jakarta, Selasa (8/7).

Seperti dikutip dari Antara, dalam peluncuran Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII) yang berlangsung di Jakarta, Senin (7/7), ia menyoroti peningkatan temperatur di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Semarang, dan Makassar.

Berdasarkan hasil penelitian, pemanasan tersebut diakibatkan oleh aktivitas manusia yang terus menghasilkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Menyikapi kondisi ini, Wamen LH Diaz yang juga menjadi Wakil Ketua ABII menekankan pentingnya aksi nyata dari seluruh elemen bangsa, termasuk melalui inovasi teknologi seperti biochar.

Biochar merupakan hasil pengolahan limbah agrikultur seperti ampas tebu (bagasse) yang dapat menyerap emisi GRK, sekaligus merevitalisasi tanah yang tidak lagi optimal. Selain manfaat lingkungan, teknologi ini juga membuka peluang untuk menghasilkan kredit karbon yang dapat diperdagangkan secara internasional.

Teknologi ini tidak hanya membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengikat karbon di dalam tanah, tetapi juga meningkatkan retensi air dan nutrisi, yang pada akhirnya berdampak positif pada produktivitas pertanian.

Dengan dukungan dari Diaz, diharapkan penerapan biochar dapat semakin meluas di Indonesia, berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Diaz menambahkan bahwa sektor biochar berpotensi menjadi pionir dalam perdagangan karbon global.

Tiga Krisis Planet

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rahmat Pambudi turut menekankan pentingnya teknologi biochar dalam menghadapi tantangan tiga krisis planet (triple planetary crisis), yaitu perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

"Triple planetary crisis perlu ditangani. Salah satu caranya adalah menghasilkan biochar. Kelihatannya sederhana, tetapi menghasilkan biochar berkualitas adalah langkah mengurangi triple planetary crisis," ujar Rahmat Pambudi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
PBB Desak Investigasi Seran...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.