Solusi Cerdas Cegah Anemia Anak dan Tingkatkan IQ Sejak Dini
📅 Rabu, 09 Jul 2025, 17:38 WIB | Oleh: OpikHasil penelitian ini seharusnya menggugah kesadaran publik bahwa pencegahan ADB bukan sekadar anjuran medis, tetapi investasi jangka panjang untuk menumbuhkan kualitas sumber daya manusia.
Kebutuhan zat besi
Sayangnya, banyak orang tua tidak menyadari gejala awal ADB. Pucat, lesu, dan ketidakaktifan pada anak kerap dianggap sebagai hal biasa atau hanya gangguan sementara.
Padahal, menurut kalangan medis, jika gejala tersebut sudah muncul, itu artinya kondisi ADB sudah cukup parah dan penanganan pencegahan telah terlambat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penyebab lain dari tingginya angka ADB pada anak adalah kepercayaan yang berlebihan bahwa ASI saja sudah cukup memenuhi kebutuhan nutrisi anak, termasuk zat besi.
Tidak salah bahwa ASI adalah sumber nutrisi terbaik bagi bayi hingga usia enam bulan pertama kehidupannya. Kandungan makro dan mikronutrien dalam ASI menjadikannya makanan alami paling ideal bagi bayi baru lahir.
Namun, memasuki usia enam bulan, kebutuhan zat besi bayi meningkat secara signifikan seiring percepatan pertumbuhan dan perkembangan organ vitalnya. Di sinilah peran penting dari makanan pendamping ASI (MPASI) yang mengandung zat besi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut kalangan medis, kualitas ASI mulai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan zat besi bayi setelah usia enam bulan. Karena itu, bayi perlu mendapatkan asupan tambahan dari makanan atau minuman yang telah difortifikasi dengan zat besi.
Salah satu solusi yang paling praktis dan efisien adalah memberikan MPASI yang sudah mengandung zat besi dalam jumlah memadai, termasuk dalam bentuk susu pertumbuhan yang difortifikasi.
Anak yang mendapatkan ASI eksklusif memerlukan perhatian khusus, karena tidak seperti susu formula yang biasanya telah difortifikasi dengan zat besi, ASI cenderung tidak cukup memenuhi kebutuhan zat besi, setelah bayi berusia enam bulan.
Hal ini menjadi sangat penting untuk disosialisasikan kepada para orang tua, terutama ibu-ibu muda, agar tidak terlena dengan asumsi bahwa pemberian ASI eksklusif hingga usia lebih dari enam bulan otomatis menjamin terpenuhinya seluruh kebutuhan nutrisi anak. Justru di usia inilah MPASI fortifikasi harus mulai diperkenalkan secara sistematis dan konsisten.
Pentingnya fortifikasi makanan dalam pencegahan ADB bukanlah wacana baru, tetapi implementasinya seringkali tidak merata.
Masih banyak keluarga yang belum memiliki akses pada MPASI fortifikasi, atau bahkan belum memahami urgensinya. Pemerintah dan dunia medis perlu bersinergi lebih kuat dalam memperluas edukasi publik tentang ADB dan pentingnya pemenuhan zat besi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!