Indonesia Open 2026 Berakhir Pahit bagi Tuan Rumah
📅 Senin, 08 Jun 2026, 06:09 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraJAKARTA — Harapan pendukung tuan rumah untuk melihat wakil Indonesia mengangkat trofi di Istora Gelora Bung Karno kembali pupus. Pada hari terakhir Indonesia Open 2026, Minggu (7/6), dua wakil Merah Putih yang tampil di partai final harus puas finis sebagai runner up sehingga Indonesia menutup turnamen tanpa satu pun gelar.
Kekecewaan pertama datang dari sektor tunggal putra. Jonatan Christie gagal memanfaatkan kesempatan terbaiknya untuk meraih gelar Indonesia Open setelah dikalahkan pebulu tangkis muda Kanada, Victor Lai, dalam dua gim langsung 19-21, 8-21.
Meski gagal menjadi juara, pencapaian sebagai finalis tetap menjadi hasil terbaik Jonatan sepanjang tampil di Indonesia Open. Sebelumnya, dia kerap terhenti di babak-babak awal dan hanya sekali mencapai semifinal pada edisi 2021.
Jonatan mengakui tidak mampu mengatasi tekanan yang muncul sejak awal pertandingan. Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri justru membuatnya kesulitan menemukan ritme permainan. Kecepatan dan agresivitas Lai semakin memperumit situasi, terutama pada gim kedua ketika Jonatan terus berada di bawah tekanan.
“Terima kasih untuk yang sudah mendukung saya. Maaf saya belum bisa memberikan hasil yang paling maksimal. Saat ini saya ingin menenangkan pikiran terlebih dahulu sebelum kembali fokus menghadapi Kejuaraan Dunia dan Asian Games,” ujar Jonatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nasib serupa dialami pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Sempat tampil menjanjikan dengan merebut gim pertama, Raymond/Joaquin akhirnya menyerah dari pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dengan skor 21-13, 18-21, 10-21.
Kekalahan tersebut menjadi catatan pahit kedua bagi Raymond/Joaquin di Istora tahun ini. Sebelumnya mereka juga harus puas sebagai runner up pada Indonesia Masters 2026. Setelah tampil dominan di gim pembuka, pasangan Indonesia kehilangan momentum dan gagal membendung kebangkitan lawan di dua gim berikutnya.
Sementara itu, persaingan di sektor lain menghadirkan sejumlah juara baru. Tunggal putri Korea Selatan, An Se Young, kembali menunjukkan dominasinya setelah mengalahkan Akane Yamaguchi dari Jepang dengan skor 23-21, 21-12. Kemenangan itu mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain paling konsisten di level dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di nomor ganda putri, pasangan Jepang Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto harus bekerja keras sebelum menundukkan wakil Tiongkok, Liu Shengshu/Tan Ning, 21-15, 18-21, 21-18 dalam pertarungan tiga gim yang berlangsung ketat.
Adapun gelar ganda campuran menjadi milik pasangan Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje. Mereka menaklukkan pasangan Tiongkok, Cheng Xing/Zhang Chi, 21-19, 23-21 dalam laga final yang berlangsung sengit. ben/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!