Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menko Muhaimin Optimistis Sekolah Rakyat Putus Mata Rantai Kemiskinan

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 23:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menko Muhaimin Optimistis Sekolah Rakyat Putus Mata Rantai Kemiskinan Doc: ANTARA
Ket. Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar.  

JAKARTA (8/7) – Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar optimistis keberadaan Sekolah Rakyat bisa memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia.

"Melalui Sekolah Rakyat, kemiskinan kita putus mata rantainya dengan cepat dan efektif, terutama yang di desil 1 (miskin ekstrem)," kata Menko Muhaimin Iskandar di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan sebanyak 100 Sekolah Rakyat akan beroperasi penuh pada awal Agustus nanti sebagai upaya percepatan pengentasan kemiskinan.

"Insya Allah pada awal Agustus nanti, 100 Sekolah Rakyat sudah beroperasional penuh sebagai sekolah rintisan," kata Muhaimin Iskandar.

Pelaksanaan program Sekolah Rakyat itu sebagai implementasi perintah Presiden Prabowo Subianto lewat Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Menurut dia, program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pengentasan kemiskinan lantaran menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pemberian pendidikan berkualitas.

"Melalui pendidikan, peserta didik dari latar belakang keluarga miskin ekstrem akan memiliki daya saing dan kemampuan untuk menjadi mandiri menggunakan ilmu yang mereka dapat," katanya.

Undang-Undang Dasar RI juga telah mewajibkan 20 persen anggaran APBN digunakan untuk menyelenggarakan pendidikan untuk masyarakat.

Dalam Sekolah Rakyat, peserta didik yang disasar adalah anak-anak yang berasal dari keluarga miskin ekstrem berdasarkan verifikasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Salah satu upaya memutus mata rantai kemiskinan di tanah air kita adalah melalui pendidikan. Perintah Undang-Undang Dasar, 20 persen dari anggaran APBN kita adalah untuk pendidikan," ujar Muhaimin Iskandar.

Kemenko Pemberdayaan Masyarakat terus mengkoordinasikan kementerian/lembaga terkait agar Inpres 8/2025 dapat berjalan secara maksimal.

Hal itu dilakukan demi mewujudkan target kemiskinan ekstrem 0 persen pada tahun 2026 sebagaimana yang diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Lotus Care Jadi Layanan Unggulan untuk Tuberkulosis

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lotus Care Jadi Layanan Ung...

UI Tuan Rumah Rakor Humas Protokol Perguruan Tinggi

29 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
UI Tuan Rumah Rakor Humas P...
Megapolitan
Resmi Dimulai Kembali Jam B...
Megapolitan
WTP Kesembilan Kali untuk P...
Megapolitan
Kabar Gembira bagi Warga, J...

Ribuan Lowongan Kerja Terbuka di Jakarta

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Ribuan Lowongan Kerja Terbu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.