Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Israel Dituduh Rancang Kejahatan terhadap Kemanusiaan di Gaza

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 06:15 WIB | Oleh:
Israel Dituduh Rancang Kejahatan terhadap Kemanusiaan di Gaza Doc: Dok. Istimewa

YERUSALEM – Pemerintah Israel menuai kecaman tajam usai Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, disebut mengajukan rencana pemindahan paksa seluruh populasi Gaza ke sebuah "kota kemanusiaan" yang akan dibangun di reruntuhan Rafah. Langkah ini dikritik sejumlah pakar hukum dan akademisi sebagai “cetak biru untuk kejahatan terhadap kemanusiaan”.

Dikutip dari The Guardian, Selasa (8/7), Israel Katz telah memerintahkan militer untuk menyiapkan kamp penampungan besar di lokasi puing-puing Rafah, yang disebut sebagai “kota kemanusiaan”. Rencana awal melibatkan pemindahan sekitar 600.000 warga Palestina, mayoritas dari mereka saat ini mengungsi di al-Mawasi. Dalam jangka panjang, seluruh penduduk Gaza akan dipusatkan di sana, sebagai bagian dari skenario emigrasi massal yang disebutkan Katz.

Michael Sfard, pengacara HAM terkemuka di Israel, menyatakan bahwa rencana tersebut secara langsung melanggar hukum internasional. Ia menyebut skema itu sebagai rencana operasional untuk kejahatan terhadap kemanusiaan, karena mengarah pada pemindahan populasi sebagai persiapan deportasi keluar dari Gaza. Menurut Sfard, meskipun disebut sebagai “sukarela”, situasi yang dihadapi warga Gaza sarat tekanan sehingga tidak bisa dikatakan atas dasar persetujuan bebas.

Rencana tersebut juga bertentangan dengan klaim militer Israel sebelumnya, yang menyebut pemindahan warga Palestina dilakukan demi keselamatan mereka dan tidak bertujuan memusatkan populasi. Namun, kritik keras muncul dari akademisi seperti Profesor Amos Goldberg, sejarawan Holocaust dari Hebrew University, yang menyebut ide “kota kemanusiaan” itu sebagai “kamp konsentrasi” atau “kamp transit” sebelum deportasi.

Goldberg menekankan bahwa tempat yang digambarkan bukanlah kota dalam pengertian sesungguhnya. Ia menyebut tidak akan ada pekerjaan, pendidikan, kebebasan bergerak, maupun layanan dasar seperti sekolah dan rumah sakit. Penduduk pun diwajibkan melewati pemeriksaan keamanan dan tidak diperkenankan keluar begitu masuk, karena seluruh perimeter akan dikendalikan pasukan Israel.

Rencana tersebut juga memunculkan pertanyaan serius mengenai nasib warga Palestina yang menolak berpindah ke lokasi baru. Beberapa tokoh politik Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, disebut secara terbuka mendorong deportasi paksa sejak awal tahun, bahkan menyajikannya seolah-olah sebagai usulan Amerika Serikat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.