Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Stunting, Tangerang Fokus Perbaikan 8 Ribu Rumah Tak Layak Huni

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 19:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Atasi Stunting, Tangerang Fokus Perbaikan 8 Ribu Rumah Tak Layak Huni Doc: Antara
Ket. Wali Kota Tangerang Sachrudin (tiga dari kiri) bersama Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (empat dari kiri) menyerahkan bantuan bahan makanan bergizi dan jamban sehat bagi keluarga risiko stunting di Kota Tangerang, Banten, pada Selasa (8/7).

Kota Tangerang - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperbaiki lebih dari delapan ribu rumah tidak layak huni sebagai salah satu upaya mengatasi stunting dengan menciptakan keluarga sehat di lingkungan yang layak huni.  

Wali Kota Tangerang Sachrudin mendapatkan apresiasi dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji pada kunjungannya di rumah salah satu keluarga risiko stunting di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Selasa (8/7).

Perbaikan rumah tak layak huni menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan Kota Tangerang menurunkan angka stunting hingga 11,2 persen di tahun 2024. 

"Untuk mendukung ketahanan keluarga dari sisi hunian, Pemerintah Kota Tangerang telah menggulirkan program perbaikan rumah tidak layak huni. Hingga pertengahan tahun ini, sekitar 8656 unit yang telah diperbaiki. Pada tahun 2025, ditargetkan 1.000 unit rumah tidak layak huni yang akan diperbaiki di seluruh kecamatan," kata Sachrudin di Kota Tangerang, Banten.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari pendekatan holistik dalam menciptakan keluarga sehat di lingkungan yang layak huni. Dengan kolaborasi multipihak, Pemerintah Kota Tangerang juga tengah mengintervensi keluarga berisiko stunting melalui Program Gerakan orang tua cegah stunting (Genting). 

"Pemkot Tangerang juga memiliki program satu telur satu minggu atau Sate Sami dari seluruh pegawai Pemkot Tangerang untuk diberikan kepada balita risiko stunting. Selain itu, juga melalui pemberian makanan tambahan dari bahan pangan lokal untuk 2.776 balita gizi kurang dan 391 ibu hamil," ujar dia.

Selain itu, lanjut dia, Pemkot Tangerang juga menjalankan Program Gerak serentak untuk anak Tangerang sehat dan cerdas (Gertak Tangkas), yang mengaktifkan lebih dari 1.000 posyandu di 13 kecamatan untuk melakukan skrining dan edukasi gizi bagi balita dan ibu hamil sebagai upaya preventif dalam menekan angka stunting.

"Jadi kita melibatkan semua pemangku kepentingan, baik masyarakat dunia usaha, kemudian akademisi dan para media tentunya. Berkat kolaborasi dengan seluruh pihak, angka stunting mengalami penurunan di Kota Tangerang," tuturnya.

Sementara itu, Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji mengapresiasi Kota Tangerang yang berhasil menurunkan prevalensi stunting hingga 11,2 persen di tahun 2024.

Meski masih terdapat keluarga risiko stunting di beberapa wilayah, namun, Wihaji menyampaikan bahwa Kota Tangerang dapat menjadi salah satu praktik baik bagi daerah lain untuk terus bergotong royong menurunkan prevalensi stunting di daerahnya.

"Kalau prevalensi stuntingnya ini bagus di Kota Tangerang, karena cuma 11,2 persen, sementara Indonesia rata-rata 19,8 persen. Untuk Kota Tangerang, saya terima kasih kepada wali kota, karena prevalensinya sudah 11,2 persen, artinya kalau ada 10 balita, hanya satu yang stunting. Ke depan, semoga bisa zero (nol) stunting," katanya.

Perbaikan rumah tak layak huni tersebut juga menjadi salah satu bagian dari Program Genting, yang saat ini telah menjangkau 229 ribu anak asuh risiko stunting di seluruh Indonesia dan melibatkan 11 ribu orang tua asuh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.