Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Risiko Kedekatan Prabowo dengan BRICS: Reputasi Non-blok Indonesia Dipertaruhkan

📅 Senin, 07 Jul 2025, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis

2. Risiko reputasional

Reputasi Indonesia sebagai negara nonblok akan terjaga hanya jika terlibat di semua forum, dan berani bersuara keras pada semuanya.

Namun, diplomasi performatif yang dilakukan Prabowo memberi kesan Indonesia semakin mendekat ke Rusia dan Cina.

Prabowo mengritik keras standar ganda negara-negara Barat. Tetapi dalam kunjungannya ke Rusia, ia justru memuji Rusia dan Cina yang disebut tidak pernah menggunakan standar ganda.

Faktanya, Rusia pun melanggar asas kemanusiaan dalam invasinya ke Ukraina, dan Cina melanggar hak asasi manusia di Xinjiang.

Negara lain bisa menganggap Indonesia munafik dan menerapkan standar ganda jika kita tidak menekan Rusia untuk mengakhiri invasinya ke Ukraina, sementara di waktu lain kita terus menekan Israel dalam isu genosida di Palestina.

BRICS bukan representasi negara berkembang

Terlepas dari semua retorika tentang bergabung dengan BRICS untuk memperkuat suara negara-negara Selatan, BRICS bukanlah representasi dari negara-negara berkembang saja.

Cina dan Rusia bukan negara berkembang dan kemungkinan hanya menggunakan narasi itu untuk memajukan kepentingan mereka. Pada dasarnya, BRICS adalah klub elite yang akhir-akhir ini menjadi lebih revisionis.

Jika Indonesia benar-benar ingin meningkatkan suara negara-negara Selatan, pemerintah perlu meningkatkan keterlibatan kita dalam kerja sama Selatan-Selatan.

Sayangnya, kita gagal memanfaatkan peringatan 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun ini untuk memperbarui tradisi kita dalam meminta pertanggungjawaban negara-negara besar, baik terhadap negara-negara Barat maupun dalam BRICS.

Oleh karenanya, Indonesia harus menunjukkan solidaritas dengan negara-negara Selatan melalui forum-forum lain seperti ASEAN, G20, G77, dan kelompok negara-negara menengah seperti MIKTA.

Forum Astana yang diprakarsai Kazakhstan, yang difokuskan pada diplomasi negara-negara menengah, juga dapat membantu menggalang dukungan di seluruh negara-negara Global South dan Global East (yang merupakan negara-negara bekas komunis).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.