Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Risiko Kedekatan Prabowo dengan BRICS: Reputasi Non-blok Indonesia Dipertaruhkan

📅 Senin, 07 Jul 2025, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Risiko Kedekatan Prabowo dengan BRICS: Reputasi Non-blok Indonesia Dipertaruhkan Doc: Antara/Xinhua
Ket. Presiden Prabowo Subianto berfoto bersama para pemimpin negara peserta KTT BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7)

Radityo Dharmaputra, Universitas Airlangga

Pada 5-6 Juli 2025 ini menjadi pertama kalinya Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, dalam kapasitasnya sebagai pemimpin negara dan sejak Indonesia resmi bergabung ke blok ekonomi ini pada 7 Januari lalu.

Prabowo berulang kali menyatakan bahwa bergabung dengan BRICS bukan karena kepentingan geopolitik, bukan anti-Barat, melainkan sebagai bentuk diplomasi bebas-aktif.

Namun, tampaknya tidak sesederhana itu negara-negara lain akan memandang Indonesia sebagai negara nonblok.

Di tengah situasi geopolitik dunia yang sedang tidak stabil, mulai dari perang Rusia-Ukraina, Israel-Hamas di Gaza, Israel-Iran, dan konflik India-Pakistan, sinyal politik luar negeri Prabowo berpotensi menciptakan mispersepsi dan miskalkulasi oleh negara-negara lain.

Apalagi dengan keputusan Prabowo untuk tidak menghadiri pertemuan G7 di Kanada pada pertengahan Juni lalu demi berkunjung ke Rusia untuk bertemu Presiden Vladimir Putin.

Momen KTT BRICS justru akan semakin menguatkan anggapan bahwa Indonesia sedang mendekat ke poros “revisionis Rusia-Cina-Iran. Poros ini merujuk pada kekuatan yang hendak mengubah tatanan dunia agar tidak selalu berkiblat ke Barat.

Arah kebijakan luar negeri Indonesia di bawah Prabowo saat ini sangat rentan menyebabkan Indonesia kehilangan reputasi sebagai negara yang dikenal selalu bersikap nonblok. Prabowo harus berupaya memitigasi segala risiko.

Waspada mispersepsi dan kehilangan reputasi

Setidaknya ada dua risiko dari keputusan Indonesia bergabung dengan BRICS.

1. Risiko mispersepsi

Kehadiran Indonesia di Rusia maupun dalam forum-forum BRICS bisa dianggap melegitimasi kekuatan revisionis) di dalam BRICS.

Kita tidak boleh naif menganggap bahwa BRICS bukanlah klub geopolitik. Di mata Amerika Serikat (AS) dan banyak negara Barat, Cina-Rusia-Iran dipandang dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan dengan cara memandang ala Indonesia.

Meskipun Indonesia selalu bersikeras tidak berniat bergabung pada poros anti-Barat dan justru ingin tetap menggunakan prinsip bebas-aktif, kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa bagi Rusia, BRICS adalah upaya mencari aliansi melawan Barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.