Pentagon: Serangan AS telah Memperlambat Program Nuklir Iran Dua Tahun
📅 Jumat, 04 Jul 2025, 01:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Alex WROBLEWSKI/AFP
WASHINGTON - Departemen Pertahan Amerika Serikat (AS) di Pentagon pada Rabu (2/7) mengatakan bahwa serangan AS pada 10 hari lalu telah menurunkan program nuklir Iran hingga dua tahun. Hal itu menunjukkan operasi militer kemungkinan mencapai tujuannya meskipun penilaian awal yang jauh lebih hati-hati telah bocor ke publik.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, dalam sebuah pengarahan kepada wartawan mengatakan perkiraan resmi mungkin mendekati dua tahun.
“Kami telah menurunkan program mereka satu hingga dua tahun, setidaknya penilaian intelijen di dalam Departemen (Pertahanan) menilai hal itu,” kata Parnell dalam jumpa pers.
Pesawat pengebom militer AS melakukan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni menggunakan lebih dari selusin bom penghancur bunker seberat 13.600 kilogram dan lebih dari dua lusin rudal jelajah serang darat Tomahawk.
Perkembangan intelijen AS tentang dampak serangan itu diawasi dengan ketat, setelah Presiden Donald Trump mengatakan segera setelah serangan itu terjadi bahwa program Iran telah dihancurkan, bahasa yang digaungkan oleh Parnell pada pengarahan hari Rabu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesimpulan seperti itu seringkali membutuhkan waktu berminggu-minggu atau lebih bagi komunitas intelijen AS untuk menentukannya.
“Semua informasi intelijen yang kami lihat telah membuat kami percaya bahwa fasilitas-fasilitas Iran khususnya, telah dihancurkan sepenuhnya,” kata Parnell.
Selama akhir pekan, kepala pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rafael Grossi, mengatakan bahwa Iran dapat memproduksi uranium yang diperkaya dalam beberapa bulan, menimbulkan keraguan tentang seberapa efektif serangan AS untuk menghancurkan program nuklir Teheran.
Rusak Parah
Beberapa ahli juga telah memperingatkan bahwa Iran kemungkinan telah memindahkan persediaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi yang mendekati tingkat senjata dari lokasi Fordow yang terkubur dalam sebelum serangan dan dapat menyembunyikannya.
Namun Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth mengatakan minggu lalu bahwa ia tidak mengetahui adanya informasi intelijen yang menunjukkan Iran telah memindahkan uranium yang diperkaya tinggi untuk melindunginya dari serangan AS.
Penilaian awal minggu lalu dari Badan Intelijen Pertahanan menunjukkan bahwa serangan itu mungkin hanya memperlambat program nuklir Iran selama beberapa bulan. Namun, pejabat pemerintahan Trump mengatakan bahwa penilaian itu kurang meyakinkan dan telah dikalahkan oleh intelijen yang menunjukkan program nuklir Iran rusak parah.
Menurut Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, serangan terhadap situs nuklir Fordow menyebabkan kerusakan parah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!