Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ragukan Jepang, Trump Yakin AS Bisa Capai Kesepakatan dengan India

📅 Kamis, 03 Jul 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Ragukan Jepang, Trump Yakin AS Bisa Capai Kesepakatan dengan India Doc: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS/AFP
Ket. Presiden AS, Donald Trump.

WASHINGTON - Presiden Donald Trump pada Selasa (1/7), mengatakan, Amerika Serikat (AS) dapat mencapai kesepakatan perdagangan dengan India yang akan membantu perusahaan-perusahaan Amerika bersaing di negara Asia Selatan itu dan akan menerapkan tarif yang jauh lebih rendah. Tapi, Trump meragukan kemungkinan kesepakatan dengan Jepang.

Kepada wartawan di atas Air Force One, Trump yakin India siap untuk menurunkan hambatan bagi perusahaan-perusahaan AS, yang dapat membuka jalan bagi kesepakatan yang menunda tarif 26 persen yang ia umumkan pada tanggal 2 April, sebelum menghentikannya hingga tanggal 9 Juli.

“Saat ini, India tidak menerima siapa pun. Saya pikir India akan melakukan itu, jika mereka melakukannya, kita akan mendapatkan kesepakatan dengan tarif yang lebih rendah, jauh lebih rendah,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan kepada Fox News bahwa AS dan India hampir mencapai kesepakatan yang akan menurunkan tarif impor Amerika dan membantu India menghindari pungutan yang meningkat tajam minggu depan.

“Kami sangat dekat dengan India,” kata Bessent kepada Fox News saat menanggapi pertanyaan tentang kemajuan negosiasi perdagangan.

Pejabat India memperpanjang kunjungan ke Washington minggu lalu hingga 30 Juni untuk mencoba mencapai kesepakatan perdagangan dengan pemerintahan Trump dan mengatasi kekhawatiran yang masih ada di kedua belah pihak.

Sangat Rumit

Seorang pejabat Gedung Putih yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan pemerintahan Trump berencana untuk memprioritaskan pengamanan kesepakatan perdagangan dengan negara-negara termasuk India sebelum Jepang pada hari-hari menjelang batas waktu 9 Juli.

India adalah salah satu dari belasan negara yang secara aktif bernegosiasi dengan pemerintahan Trump untuk mencoba menghindari lonjakan tarif yang tajam pada tanggal 9 Juli, ketika jeda tarif selama 90 hari berakhir.

India bisa saja melihat kenaikan tarif “timbal balik” barunya menjadi 27 persen dari tarif saat ini sebesar 10 persen.

Pembicaraan AS-India menemui hambatan akibat ketidaksepakatan mengenai bea masuk untuk komponen otomotif, baja, dan barang pertanian, menjelang batas waktu Trump untuk mengenakan tarif timbal balik.

“Kita berada di tengah-tengah, mudah-mudahan lebih dari sekadar tengah-tengah – negosiasi perdagangan yang sangat rumit,” kata Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar dalam sebuah acara di New York pada tanggal 30 Juni.

“Tentu saja, harapan saya adalah kita akan mencapai kesimpulan yang sukses. Saya tidak dapat menjaminnya, karena ada pihak lain dalam diskusi itu," kata Jaishankar, yang berada di AS untuk menghadiri pertemuan kelompok Quad yang berfokus pada Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

18 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.