Agar Bisa Tumbuh Tinggi, RI Butuh Investasi Rp7.500 Triliun
📅 Rabu, 02 Jul 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiDalam kesempatan tersebut, Menkeu menyampaikan bahwa asumsi pertumbuhan ekonomi 2026 yang diusulkan pemerintah pada rentang 5,2-5,8 persen yoy.
Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, jika daya beli konsumen menurun, ruang fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi semakin sempit dan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian maka ekspor juga sulit untuk diandalkan. Oleh karena itu mendorong investasi baik domestik maupun asing perlu dilakukan mengingat kontribusi investasi sekitar 30 persen berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Untuk mengejar itu ujarnya, pemerintah harus memperhatikan sejumlah hal penting, di antaranya insentif yang akan diberikan kepada investor. Selanjutnya kemudahan perizinan tanpa mengabaikan lingkungan hidup. Faktor keseimbangan ekologi ini juga ujarnya tidak boleh disepelekan karena investasi atau pembangunan.
“Perlu juga jaminan infrastruktur jalan, energi dan transportasi yang memadai agar investor tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia,”ungkap Suhartoko.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal yang tak kalah penting ialah jaminan lingkungan usaha yang seringkali menjadi ekonomi biaya tinggi. Keluhan pelaku usaha soal gangguan preman berkedok organisasi masyarakat harus menjadi perhatian Pemerintah.
Kondisi itu bakal tambah pelik jika tidak ada dukungan atau kepastian regulasi dari pemerintah soal jaminan keberlanjutan usaha.
Pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga, Mohammad Nasih, mengatakan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Pemerintah juga perlu menjaga dan meningkatkan daya beli masyarakat karena pertumbuhan nasional selama ini bergantung pada konsumsi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!