Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PLTS di Madura Dioperasikan! Akhir Kebergantungan Pasokan Listrik dari Diesel?

📅 Senin, 30 Jun 2025, 16:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
PLTS di Madura Dioperasikan! Akhir Kebergantungan Pasokan Listrik dari Diesel? Doc: ANTARA/HO-PLN UID Jatim
Ket. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa wilayah di Kepulauan Madura, Senin (30/6/2025).

SURABAYA – Madura memiliki potensi energi surya yang besar, dan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti minyak dan gas untuk pembangkit listrik. Hal ini akan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan dampak negatif terhadap lingkungan yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil.

Dengan menyediakan sumber energi yang berkelanjutan, PLTS mendukung pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan di Madura. Energi yang stabil dan terjangkau dari PLTS dapat meningkatkan akses listrik bagi masyarakat dan mendukung berbagai sektor, seperti industri, pertanian, dan pariwisata.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tujuh wilayah Kepulauan Madura.

PLTS tersebut berada di Pulau Bulumanuk, Pulau Talango Tengah, Pulau Kalosot, Pulau Saseel, Pulau Talango Air, Pulau Saredeng Besar di Desa Sepanjang, Pulau Karamian di Desa Karamian.

“Dengan beroperasinya listrik di wilayah kepulauan ini turut meningkatkan Rasio Elektrifikasi (RE) dan Rasio Desa Berlistrik (RDB) di Jawa Timur,” kata General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir di Surabaya, Senin (30/6).

Secara rinci, PLTS Off Grid Isolated di Pulau Bulumanuk memiliki kapasitas 50 kilowatt peak (kWp), PLTS Pulau Talango Tengah kapasitas 50 kWp, PLTS Pulau Kalosot kapasitas 25 kWp, dan PLTS Pulau Saseel kapasitas 150 kWp.

Kemudian PLTS Pulau Talango Air memiliki kapasitas 50 kWp, PLTS Pulau Saredeng Besar kapasitas 25 kWp, dan PLTS Pulau Karamian kapasitas 175 kWp.

“Seluruh PLTS itu berpotensi melistriki 1.373 pelanggan di wilayah tersebut,” ujar Ahmad.

Ia menuturkan beroperasinya listrik di wilayah kepulauan itu akan mampu meningkatkan Rasio Elektrifikasi (RE) dan Rasio Desa Berlistrik (RDB) di Jawa Timur.

Saat ini rasio elektrifikasi Provinsi Jawa Timur adalah 99,68 persen dan rasio elektrifikasi Kabupaten Sumenep menjadi 92,57 persen.

Tak hanya itu, Ahmad mengatakan pengoperasian PLTS ini merupakan upaya PLN menambah capaian bauran energi terbarukan menuju Net Zero Emission (NZE) pada 2060 sekaligus langkah mengakselerasi elektrifikasi 100 persen di Jawa Timur melalui energi baru terbarukan (EBT).

"Kami berharap dapat meningkatkan produktivitas warga di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan," ujar dia.

Untuk mengapresiasi upaya elektrifikasi PLN, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep Anwar Syahroni Yusuf berharap beroperasinya PLTS akan mampu menambah produktivitas dan ekonomi masyarakat kepulauan.

"Kami berharap dengan adanya PLTS bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,“ kata Anwar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.