Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri P2MI Tekankan Perlunya Kolaborasi Lindungi Pekerja Migran

📅 Senin, 30 Jun 2025, 14:00 WIB | Oleh:
Menteri P2MI Tekankan Perlunya Kolaborasi Lindungi Pekerja Migran Doc: KP2MI
Ket. Menteri P2MI Abdul Kadir Karding menutup Rakornas Pengendalian Program Kementerian P2MI pada Minggu (29/6/2025).

JAKARTA - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menekankan perlunya kolaborasi dalam upaya melindungi pekerja migran Indonesia.

Dia mengatakan hal itu saat menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Program Kementerian P2MI pada Minggu (29/6).

"Kita harus menyatukan hati dan langkah. Program perlindungan PMI tidak bisa hanya dikerjakan oleh satu unit atau diumumkan sepihak. Ini harus dijalankan sebagai tim yang solid," kata Karding, seperti dikutip dalam keterangan dari kementeriannya.

Dia juga menekankan pentingnya program pelindungan pekerja migran secara nyata dan kolektif, bukan sekadar rencana di atas kertas.

Menurut Karding, keberhasilan program perlindungan pekerja migran sangat ditentukan oleh kerja sama seluruh jajaran, mulai dari pusat hingga daerah.

Dia juga menekankan perlunya evaluasi dan pengawasan rutin agar setiap program bisa terukur secara jelas.

Karding meminta seluruh jajaran Kementerian P2MI untuk melakukan evaluasi minimal tiga bulan sekali terkait pelatihan, penempatan, dan pemberdayaan pekerja migran setelah mereka kembali ke Indonesia.

Dia juga mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan lembaga pendidikan vokasi, perguruan tinggi, dan tokoh masyarakat.

"Banyak calon pekerja migran di desa belum mendapat informasi yang benar. Di sinilah pentingnya kerja sama dengan kampus, sekolah, dan tokoh masyarakat untuk memastikan calon pekerja migran mendapat pembekalan yang layak," kata dia.

Karding juga menegaskan perlunya peningkatan layanan yang cepat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pekerja migran.

Dia meminta pelayanan yang diberikan tidak sekadar administratif, tetapi juga menyentuh persoalan konkret yang dihadapi pekerja migran dan keluarga mereka.

"Program ini bukan sekadar kinerja kementerian, tetapi cerminan kinerja pemerintah di mata masyarakat. Karena itu, kita harus disiplin, profesional, dan kompak," kata Karding, menegaskan.

Rakornas tersebut diikuti seluruh Kepala BP3MI, pejabat struktural, dan pemangku kepentingan dari berbagai daerah.

Kesepakatan dan rekomendasi selama Rakornas akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret di masing-masing wilayah, termasuk pengawasan capaian target secara periodik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...
Daerah
Empat TPU di Kota Semarang...
Daerah
Warga Aceh Besar Menggelar ...
Olahraga
Kalah Telak di Piala AFF: T...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.