Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

GKKI Serukan Reformasi Koperasi untuk Selamatkan Jati Diri

📅 Senin, 30 Jun 2025, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
GKKI Serukan Reformasi Koperasi untuk Selamatkan Jati Diri Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Koperasi Indonesia

Jakarta - Gerakan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI) menyerukan lima tuntutan untuk reformasi koperasi dalam momentum peringatan Tahun Koperasi Internasional 2025 yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang diperingati setiap Sabtu pertama di bulan Juli.

GKKI, dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (29/6), menyatakan keprihatinan mendalam atas ancaman terhadap jati diri koperasi di Tanah Air.

Mereka menyoroti mandeknya demokrasi ekonomi, tata kelola koperasi yang banyak melenceng dari prinsip dasar, serta regulasi publik yang kerap tidak partisipatif dan cenderung mengancam kemandirian gerakan koperasi rakyat.

Menanggapi kondisi itu, GKKI menyerukan lima mandat Resolusi Lampung 2025 sebagai peta jalan reformasi.

Pertama, GKKI menuntut pemerintah wajib memastikan Pasal 33 UUD 1945 dan Tap MPR No. XVI Tahun 1998 tentang Politik Ekonomi dalam Rangka Demokrasi Ekonomi dilaksanakan secara menyeluruh. GKKI berpendapat koperasi harus ditempatkan sebagai soko guru ekonomi rakyat, bukan sekadar pelengkap atau alternatif.

Kedua, GKKI menuntut pengakuan koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional. Peran koperasi dalam menjalankan demokrasi ekonomi harus ditopang dan dijadikan arsitektur utama perekonomian bangsa.

Ketiga, GKKI mendesak pembangunan ekosistem ekonomi dan hukum yang kondusif bagi pertumbuhan koperasi, melalui perlindungan, dukungan, dan penguatan kelembagaan koperasi sejati, serta pembebasan dari beban regulasi yang tidak adil.

Keempat, GKKI meminta pemerintah dan seluruh lembaga negara wajib menghormati kemerdekaan koperasi sebagai gerakan rakyat.

“Tidak boleh ada pemaksaan pembentukan atau pengelolaan koperasi dengan cara-cara yang bertentangan dengan prinsip dan nilai dasarnya,” katanya.

Kelima, GKKI menuntut agar setiap peraturan terkait koperasi harus dibentuk secara partisipatif, memberikan pengakuan, pembedaan dari entitas usaha lain, serta perlindungan terhadap prinsip dan model tata kelola koperasi yang demokratis.

GKKI menegaskan bahwa upaya pembangunan atas nama koperasi tidak boleh merusak sendi-sendi dasar berkoperasi di masyarakat.

“GKKI menegaskan kembali bahwa koperasi adalah gerakan rakyat yang berakar pada prinsip kemandirian, kerja sama, gotong royong, kemerdekaan, demokrasi, keadilan, kesetaraan, solidaritas, dan kemandirian,” demikian pernyataan GKKI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.