Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

1 dari 3 Kaum Muda Rentan Kena Gangguan Mental, Tapi Kenapa Sedikit yang ke Psikolog?

📅 Senin, 30 Jun 2025, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kita tak boleh mengabaikan gangguan mental yang rentan dialami Milenial dan Gen Z. Sebab, kondisi ini bisa berdampak negatif, dari mengganggu keseharian, merenggangkan hubungan sosial, hingga meningkatkan risiko penyalahgunaan zat terlarang maupun seks tidak aman.

Bahkan, kajian ilmiah dalam Clinical Practice & Epidemiology in Mental Health menunjukkan bahwa gangguan mental bisa mengurangi capaian akademis dan karier kaum muda di masa depan.

Untuk itu, kaum muda perlu meningkatkan literasi kesehatan mental. Pun keluarga dan sekolah harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan suportif, termasuk mendeteksi dini (bukan mendiagnosis penyakit) masalah mental kaum muda.

Literasi kesehatan mental bisa kita peroleh lewat berbagai upaya pembelajaran dan pelatihan dari jurnal kesehatan dan sumber valid yang terferifikasi oleh profesional. Penelitian membuktikan, peningkatan literasi kesehatan mental bisa mengubah perilaku kaum muda dalam mencari pertolongan psikologis.

Lewat literasi kesehatan mental yang baik, kaum muda dan lingkungan terdekatnya bisa saling berperan aktif dalam mengenali, memberikan pengetahuan, menghindari stigma, serta mendeteksi dini tanda-tandanya.

Deteksi gratis secara digital juga bisa dilakukan menggunakan fitur “Kesehatan Mental” di aplikasi SatuSehat Mobile milik Kemenkes. Jika kamu mengalami gejala yang mengarah ke gangguan mental, segera cari bantuan ke psikolog, psikiater, atau konselor.

Semakin cepat gejalamu mendapat penanganan, semakin kecil dampak lanjutannya, dan kian besar pula peluangmu untuk pulih.

Fiddina Mediola, dokter spesialis psikiatri, turut berkontribusi menulis artikel ini.The Conversation

Hasna Fikriya, Peneliti di Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada, Universitas Gadjah Mada dan Firdaus Hafidz, Lecturer in Health Policy and Management , Universitas Gadjah Mada

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Wali Kota Bogor Ajak Pemuda...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.