Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Iran Siap Melanjutkan Pembicaraan Nuklir Meski Kritik Presiden AS Masih Menggantung

📅 Minggu, 29 Jun 2025, 19:25 WIB | Oleh:
Iran Siap Melanjutkan Pembicaraan Nuklir Meski Kritik Presiden AS Masih Menggantung Doc: AFP
Ket. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi terlihat dalam konferensi pers di Pusat Kongres Lutfi K?rdar di sela-sela sidang ke-51 Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), di Istanbul pada 22 Juni 2025.

JAKARTA - Iran menyatakan kesiapannya untuk kembali ke meja perundingan nuklir dengan Amerika Serikat, namun menuntut perubahan sikap dan retorika dari Presiden AS Donald Trump. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menekankan bahwa Trump perlu meninggalkan nada tidak hormat terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan berhenti menyakiti jutaan pengikut setianya.

“Ia harus mengesampingkan nada tidak sopan dan tidak bisa diterima terhadap Pemimpin Tertinggi dan berhenti menyakiti jutaan pengikut setianya,” tegas Araghchi.

Pernyataan keras Araghchi muncul setelah Trump mengklaim bahwa pembicaraan nuklir baru akan dimulai dalam waktu dekat, namun tanpa menyebutkan waktu atau tempat pasti. Menanggapi itu, Araghchi membantah keras bahwa telah ada kesepakatan atau rencana resmi terkait negosiasi baru.

“Saya katakan secara eksplisit bahwa tidak ada kesepakatan, pengaturan, atau pembahasan yang terjadi terkait dimulainya negosiasi baru,” ujarnya.

Situasi ini dipicu oleh pembatalan putaran keenam negosiasi yang seharusnya berlangsung di Amman pada pertengahan Juni. Penundaan itu terjadi setelah fasilitas nuklir Iran mengalami serangan udara yang diduga dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat. Araghchi menyebut serangan tersebut menimbulkan kerusakan signifikan, tetapi tidak menghentikan niat Iran untuk tetap membuka jalur diplomatik di masa depan.

Sementara itu, negara-negara Eropa secara kolektif mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan tanpa prasyarat. Namun, Iran menyatakan bahwa prioritas saat ini adalah menangani agresi Israel, sehingga negosiasi belum memungkinkan untuk dimulai selama situasi konflik masih berlangsung. Menurut Iran, dialog hanya dapat berjalan jika kekerasan dihentikan dan AS menunjukkan itikad baik.

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, turut angkat bicara dan memperingatkan bahwa Iran memiliki kapasitas untuk melanjutkan pengayaan uranium hanya dalam hitungan bulan, meski program sempat terganggu akibat serangan.

“Pengetahuan dan teknologi yang telah mereka capai tidak bisa dihapus begitu saja,” kata Grossi, menegaskan bahwa ancaman nuklir tetap nyata meski ada gangguan eksternal.

Di sisi lain, eskalasi militer terus membayangi. Setelah serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel, Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Israel, meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik. Seruan dari PBB dan Uni Eropa pun menggema, mendesak semua pihak untuk menahan diri dan kembali menempuh jalur diplomatik demi menghindari perang besar.

Dengan latar ketegangan militer dan retorika politik yang masih tinggi, peluang pembicaraan formal tetap ada namun belum menemui kepastian. Iran menunjukkan keterbukaan untuk berdialog, tetapi hanya jika prasyarat mereka, terutama penghentian agresi dan perubahan sikap dari AS dipenuhi. Ruang diplomasi masih terbuka, namun jalan menuju kesepakatan jelas penuh rintangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Olahraga
Inter Ingin Juara Liga Cham...
Nasional
Karhutla Dekat IKN Capai 45...
Advertisement
Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu 2.961 Penerbangan Domestik dan Internasional

Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu 2.961 Penerbangan Domestik dan Internasional

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.