Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kelemahan Air Force One Baru Terkuak: Jadi Target Pembunuhan Iran, Trump Harus Pulang dari KTT NATO dengan Pesawat Lama

📅 Minggu, 12 Jul 2026, 11:44 WIB | Oleh:
Kelemahan Air Force One Baru Terkuak: Jadi Target Pembunuhan Iran, Trump Harus Pulang dari KTT NATO dengan Pesawat Lama Doc: Istimewa
Ket. Para wartawan yang ikut dalam penerbangan dari Ankara bahkan diminta menutup tirai jendela pesawat saat lepas landas. Kontroversi semakin besar setelah pemerintahan Trump mengambil langkah hukum terhadap empat jurnalis The New York Times memberitakan persoalan keamanan Air Force One baru tersebut.

WASHINGTON DC – Pesawat kepresidenan baru Amerika Serikat yang berasal dari hadiah Qatar ternyata dilaporkan belum memiliki kemampuan perlindungan setingkat Air Force One generasi sebelumnya. Kekurangan itu baru-baru ini menjadi sorotan setelah Presiden AS Donald Trump menggunakan pesawat lama saat meninggalkan Turki seusai menghadiri KTT NATO, di tengah meningkatnya ancaman keamanan dari Iran.

Dari berbagai sumber, Trump sebelumnya berangkat menuju KTT NATO dengan Boeing 747-8 bekas pesawat keluarga kerajaan Qatar yang telah dimodifikasi menjadi Air Force One. Namun, ketika hendak meninggalkan Turki, Trump justru menggunakan Air Force One lama untuk tahap awal perjalanan pulang.

Menurut laporan sejumlah media AS, keputusan tersebut berkaitan dengan meningkatnya risiko keamanan menyusul kembali memanasnya konflik dengan Iran. Pergantian pesawat dilaporkan dilakukan atas dorongan Secret Service.

Situasi keamanan ketika itu memang sangat sensitif. Ketegangan meningkat setelah Iran menyampaikan ancaman terhadap Trump di tengah prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Trump sendiri mengakui dirinya berada di posisi teratas dalam daftar target Iran.

Para wartawan yang ikut dalam penerbangan dari Ankara bahkan diminta menutup tirai jendela pesawat saat lepas landas.

Laporan The New York Times kemudian mengungkap alasan yang diduga berada di balik keputusan tersebut. Pesawat baru hadiah Qatar dilaporkan belum memiliki seluruh sistem pertahanan canggih yang tersedia pada Air Force One lama, termasuk kemampuan penanggulangan ancaman rudal pada tingkat yang sama.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai proses modifikasi Boeing 747-8 tersebut yang dilakukan dalam waktu relatif cepat. Pesawat itu sebelumnya merupakan pesawat mewah untuk keluarga kerajaan Qatar dan bukan sejak awal dirancang sebagai pusat komando udara sekaligus pesawat dengan perlindungan khusus bagi Presiden Amerika Serikat.

Air Force One lama selama bertahun-tahun dilengkapi berbagai sistem komunikasi dan perlindungan khusus untuk menghadapi situasi darurat dan ancaman keamanan tingkat tinggi. Sebagian kemampuan tersebut bersifat rahasia.

Sebaiknya Anda baca juga:

Gedung Putih membantah bahwa pesawat baru tidak aman. Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung menyatakan pesawat tersebut merupakan pesawat canggih yang telah dilengkapi protokol keamanan tingkat tinggi untuk menjamin keselamatan presiden dan stafnya.

Trump juga membantah bahwa persoalan keamanan menjadi alasan utama pergantian pesawat. Ia mengatakan penggunaan Air Force One lama berkaitan dengan rencana persinggahan di pangkalan Inggris agar personel militer AS dapat melihat pesawat baru.

Namun, Trump pada saat yang sama mengakui adanya ancaman terhadap dirinya dari Iran.

Kontroversi kemudian semakin besar setelah pemerintahan Trump mengambil langkah hukum terhadap empat jurnalis The New York Times yang terlibat dalam pemberitaan mengenai persoalan keamanan Air Force One baru tersebut.

Departemen Kehakiman AS mengeluarkan subpoena atau panggilan hukum kepada Julian E. Barnes, Eric Lipton, Tyler Pager dan Eric Schmitt untuk memberikan kesaksian di hadapan dewan juri federal. Dalam beberapa kasus, dokumen panggilan dilaporkan diantar langsung oleh agen federal ke rumah para jurnalis.

Sebelum laporan mengenai kelemahan sistem keamanan pesawat itu diterbitkan, FBI juga dilaporkan telah meminta The New York Times menahan publikasi dengan alasan keamanan nasional. Surat kabar tersebut menolak permintaan itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
PT Transportasi Jakarta Lun...
Luar Negeri
Liburan Maut, 15 Turis Indi...
Luar Negeri
Iran Kembali Tutup Selat Ho...
Piala Dunia, Argentina Lolos ke Semifinal Hadapi Inggris

Piala Dunia, Argentina Lolos ke Semifinal Hadapi Inggris

12 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.