Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ilmuwan Temukan Cara 'Diet' untuk Atasi Insomnia dalam 24 Jam

📅 Jumat, 27 Jun 2025, 10:42 WIB | Oleh:
Ilmuwan Temukan Cara 'Diet' untuk Atasi Insomnia dalam 24 Jam Doc: Istimewa
Ket. Temuan ini merupakan yang pertama yang menggambarkan hubungan berbasis waktu antara pilihan makanan di siang hari dan tidur malam yang diukur secara objektif.

Menurut sebuah studi terbaru, mengonsumsi buah-buahan dalam jumlah yang direkomendasikan setiap hari pada siang hari dapat menyebabkan "perubahan yang berarti" terhadap insomnia hanya dalam satu hari.

Dilansir oleh Independent, fragmentasi tidur dapat menimbulkan konsekuensi yang luas, termasuk dampak negatif pada kesehatan jantung , daya ingat , pembelajaran, dan pengaturan suasana hati.

Kurang tidur juga dapat menyebabkan orang cenderung menjalani gaya hidup tidak sehat , seperti mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dan gula, demikian yang ditunjukkan penelitian.

Namun, jauh lebih sedikit yang diketahui tentang bagaimana diet dapat memengaruhi pola tidur, kata para peneliti dari Columbia dan Universitas Chicago.

Studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Health menunjukkan bahwa beralih dari gaya hidup tidak makan buah sama sekali menjadi gaya hidup termasuk makan lima cangkir buah sehari dapat membantu tidur nyenyak di malam hari.

Temuannya adalah yang pertama kali menggambarkan hubungan berbasis waktu antara pilihan makanan pada hari tertentu dan kualitas tidur yang diukur secara objektif pada malam yang sama.

"Sungguh luar biasa bahwa perubahan yang begitu berarti dapat diamati dalam waktu kurang dari 24 jam," kata pakar tidur Esra Tasali, salah satu penulis studi baru tersebut.

“Modifikasi pola makan bisa menjadi pendekatan baru, alami, dan hemat biaya untuk mencapai tidur yang lebih baik,” kata Tasali.

Penelitian ini melibatkan orang dewasa muda yang sehat yang melaporkan konsumsi makanan harian mereka menggunakan aplikasi dan mengenakan monitor pergelangan tangan yang memungkinkan para peneliti mengukur pola tidur mereka secara objektif.

Para ilmuwan secara khusus mengamati “fragmentasi tidur,” sebuah ukuran yang mencerminkan seberapa sering seseorang terbangun atau beralih dari tidur nyenyak ke tidur ringan sepanjang malam.

Para peneliti menemukan bahwa pola makan setiap hari dikaitkan dengan “perbedaan yang berarti” dalam tidur malam berikutnya.

Mereka yang mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur pada siang hari diamati memiliki tidur yang lebih nyenyak dan tanpa gangguan pada malam hari.

Peserta yang mengonsumsi karbohidrat yang lebih sehat, seperti biji-bijian utuh, juga tampak memiliki tidur yang lebih baik, demikian pengamatan para ilmuwan.

Secara keseluruhan, para peneliti memperkirakan bahwa orang yang mengonsumsi jatah yang direkomendasikan yakni lima cangkir buah dan sayur per hari dapat mengalami peningkatan kualitas tidur sebesar 16 persen dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi buah atau sayur sama sekali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

16 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.