Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

45.254 keluarga Risiko stunting di Lebak jadi target intervensi

📅 Jumat, 27 Jun 2025, 11:29 WIB | Oleh:
45.254 keluarga Risiko stunting di Lebak jadi target intervensi Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah.

Lebak -- Sebanyak 45.254 Keluarga Risiko Stunting (KRS( di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi target pelaksanaan intervensi tahun 2025 guna mempersiapkan Generasi Emas 2045.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah di Lebak, Kamis, mengatakan pelaksanaan intervensi dilakukan melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Program Genting, kata dia, merupakan satu dari lima program prioritas BKKBN yang dilaksanakan sejak Januari 2025, namun capaian intervensinya masih sangat rendah.

Karena itu BKKBN membutuhkan dukungan semua pihak agar upaya proses percepatan penurunan prevalensi stunting di seluruh wilayah Lebak berjalan maksimal sesuai dengan ekspektasi bersama.

Ia mengatakan Program Genting melibatkan berbagai komponen, mulai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, perusahaan swasta, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan media.

Program Genting, lanjutnya, merupakan program "keroyokan" atau gotong royong dan bukan hanya pemerintah saja yang menjadi orang tua asuh KRS.

Pencegahan stunting itu dengan melibatkan berbagai komponen menjadi orang tua asuh dan menghimpun dana yang nantinya dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak serta disalurkan ke relawan Dapur Atasi Stunting (Dahsyat) yang tersebar di seluruh desa.

Relawan dahsyat itu, kata dia, membuat aneka produk makanan yang mengandung bergizi dan protein untuk dibagikan kepada 45.254 KRS. Selain itu juga untuk ibu hamil sebanyak 4.286 orang, 14.301 bayi usia dua tahun (baduta), dan 45.690 balita.

Mereka mendapatkan asupan gizi tersebut tergantung kondisi pemulihan ada yang dua bulan dan enam bulan. "Kami menargetkan 45.254 KRS ke depannya di daerah ini tidak ada lagi kasus stunting," kata Tuti.

Sementara itu Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Lebak Paryono mengatakan pemerintah daerah berkomitmen untuk penanganan stunting agar anak-anak bangsa tumbuh sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing untuk kemajuan bangsa.

Pihaknya fokus untuk pencegahan dan percepatan penanganan stunting, juga penanganan kemiskinan ekstrem, pendidikan karakter, serta peningkatan derajat kesehatan.

"Kami meyakini program penanganan kesehatan dan sosial itu berhasil bila berjalan dengan melibatkan semua pihak," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Nasional
Jelang HUT ke-81 TNI, Pangl...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.