Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Obat Anti Penuaan Optimalkan Fungsi Imun

📅 Kamis, 26 Jun 2025, 07:35 WIB | Oleh:
Obat Anti Penuaan Optimalkan Fungsi Imun Doc: WANG Zhao / AFP
Ket. Seorang perempuan tua mendorong kursi roda. Rapamycin dianggap sebagai obat antipenuaan yang menjanjikan yang meningkatkan kesehatan di usia tua

SEBELUM para peneliti di University College London di Inggris dan Max Planck Institute for Biology of Ageing di Cologne, Jerman, mengkombinasikan dua trametinib dan rapamycin, untuk memperpanjang umur obat rapamycin telah dianggap sebagai obat anti penuaan.

Rapamycin dianggap sebagai obat antipenuaan yang menjanjikan yang meningkatkan kesehatan di usia tua dan meringankan penurunan fungsi imun terkait usia.

Damal kasus pada lalat kelompok penelitian di Max Planck Institute for Biology of Ageing menemukan rapamycin mengaktifkan apa yang disebut endolisosom, yang memiliki fungsi serupa dengan lambung di dalam sel-sel ­manusia.

Obat terapeutik rapamycin, yang biasanya digunakan dalam terapi kanker dan setelah transplantasi organ, dapat memperpanjang umur dan rentang kesehatan hewan laboratorium.

Memahami bagaimana rapamycin memperpanjang umur adalah penting, karena membantu mencegah efek samping yang tidak diinginkan.

“Kami tahu bahwa rapamycin memperpanjang umur melalui dua mekanisme: peningkatan autofagi dan penurunan aktivitas protein yang disebut S6K. Telah terbukti bahwa tikus dengan S6K yang berubah hidup lebih lama. Namun mekanisme yang menyebabkan S6K memperpanjang umur masih belum jelas,” kata Sebastian Grönke, salah satu penulis penelitian tersebut dalam publikasi di laman Max Planck Institute.

Para peneliti mampu menunjukkan bahwa aktivitas S6K yang berubah memengaruhi endolisosom. Endolisosom memecah materi dalam sel dan memainkan peran penting dalam mengatur berbagai proses seluler, seperti reaksi peradangan.

“Ketika kami menekan aktivitas S6K atau sinyal peradangan dalam tubuh berlemak, lalat hidup lebih lama, menunjukkan fungsi kekebalan tubuh yang lebih baik di usia tua dan mampu membersihkan infeksi bakteri dengan lebih efisien,” jelas Pingze Zhang, penulis pertama penelitian tersebut.

“Pada akhirnya, kami berasumsi bahwa endolisosom mencegah peningkatan faktor proinflamasi yang berkaitan dengan usia dan di sinilah rapamycin menyerang,” simpul Sebastian Grönke.

Para peneliti juga mengidentifikasi kaitan penting antara sistem endolisosomal dan peradangan terkait usia yaitu protein sintaksin 13. Protein ini meningkat di hati tikus yang diobati dengan rapamycin, yang menunjukkan bahwa pengaturan sistem endolisosomal dan pengendalian jalur peradangan selama penuaan serupa antara lalat dan tikus. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.