Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertamina Pastikan Operasi Energi Tetap Aman di Tengah Ancaman Penutupan Selat Hormuz

📅 Selasa, 24 Jun 2025, 15:25 WIB | Oleh:
Pertamina Pastikan Operasi Energi Tetap Aman di Tengah Ancaman Penutupan Selat Hormuz Doc: Getty Images

JAKARTA - PT Pertamina International Shipping (PIS) menegaskan bahwa operasi pengangkutan energi global perusahaan tetap berjalan aman meski ketegangan geopolitik dunia meningkat tajam, terutama akibat konflik yang memanas antara Iran dan Israel. Perusahaan pelat merah ini terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan kapal tanker, khususnya di wilayah-wilayah rawan seperti Terusan Suez, Teluk Arab, dan Selat Hormuz.

Corporate Secretary PIS, Muhammad Baron, menyatakan bahwa seluruh armada internasional yang dioperasikan melalui anak perusahaan PIS Asia Pacific dalam kondisi aman dan terkendali. Pemantauan dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas maritim lokal, awak kapal, serta sistem pemantauan real-time yang terintegrasi secara langsung.

"PIS juga telah memetakan rute pelayaran alternatif yang aman dan strategis apabila terjadi peningkatan risiko di sepanjang jalur utama seperti Selat Hormuz," ungkap Baron.

Meskipun Baron tidak mengungkapkan detail rute alternatif tersebut, Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebut bahwa sejumlah kapal telah dialihkan ke jalur yang lebih aman melalui perairan Oman dan India.

PIS saat ini mengoperasikan puluhan kapal tanker di lebih dari 65 rute internasional. Dalam menghadapi potensi gangguan pada rantai pasok energi, perusahaan juga terus menjalin komunikasi aktif dengan pemilik kargo dan memprioritaskan keselamatan awak kapal serta kelancaran pengiriman energi.

"Keselamatan dan keberlanjutan dalam pengiriman energi merupakan prioritas utama kami dalam menjaga ketahanan energi nasional dan memberikan layanan yang andal kepada klien global," tegas Baron.

Ketegangan global meningkat seiring ancaman Iran yang mempertimbangkan penutupan Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dan gas dunia. Keputusan akhir akan ditentukan oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, seiring meningkatnya eskalasi militer dengan Israel.

Menanggapi situasi ini, ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menilai bahwa Indonesia harus mengambil langkah proaktif dalam mendorong penyelesaian damai. Ia menekankan bahwa Indonesia perlu menggunakan pengaruh diplomatiknya, baik melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maupun kelompok negara Berkembang 8 (D-8).

"Dalam situasi kritis ini, Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton," ujar Syafruddin dalam keterangan resminya.

Ia memperingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz dapat mendorong harga minyak dunia melambung hingga US$130 per barel. Hal ini, katanya, dapat memicu inflasi global dan menekan perekonomian negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Kita berisiko menghadapi depresiasi rupiah, tekanan terhadap cadangan devisa, serta meningkatnya beban subsidi energi dan harga pangan," tambahnya.

Dengan kondisi global yang semakin tidak menentu, langkah mitigasi dan diplomasi aktif menjadi krusial untuk menjaga stabilitas energi dan ekonomi nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Nasional
Jejak Hatta-Sjahrir Dihidup...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.