Mengungkap Gunung Api Purba Bawah Laut Geopark Pegunungan Meratus
📅 Selasa, 24 Jun 2025, 22:34 WIB | Oleh: OpikAhli Geologi Badan Pengelola Geopark Pegunungan Meratus, Ali Mustofa menjelaskan, batuan muncul itu tidak terlepas dari fenomena terbentuknya Pegunungan Meratus.
Fenomena terbentuknya Pegunungan Meratus akibat adanya benturan kerak bumi di bawah samudera yang disebut ophiolite, dan terangkat ke permukaan sejak 200-150 juta tahun lalu.
Akibat benturan kerak bumi itu menimbulkan vulkanik atau magma panas yang akhirnya membeku menjadi bebatuan dengan proses alam yang sangat lama hingga muncul ke permukaan.
Kemunculan batuan di Desa Tiwingan Baru atau bukit batas akibat hal tersebut sudah diteliti ahli-ahli geologi, dan secara ilmiah terbukti berusia purba.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain Ali Mustafa, Nur Arif Nugroho yang juga Ahli Geologi Badan Pengelola Geopark Pegunungan Meratus menyampaikan, batuan purba itu disebutnya dalam ilmu geologi adalah batuan breksi.
Batuan yang terlihat di Desa Tiwingan Baru berbentuk tebing memanjang atau disebutnya bukit batas yang disebut dalam metrologi itu formasi Paau.
"Batuan ini menarik sekali untuk diteliti lebih lanjut," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebab batuan ini tidak banyak ada di tempat lain dan bernilai sejarah tinggi hingga membuat Pegunungan Meratus menjadi istimewa.
Tanah subur
Batuan dari Gunung Api Purba Bawah Laut tersebut tidak membuat tanah di sekitarnya menjadi tandus, tapi justru sebaliknya, subur.
Masyarakat Desa Tiwingan Baru bahkan banyak yang berkebun di perbukitan yang penuh batuan tersebut, baik bertanam jenis sayuran maupun buah-buahan.
Kepala Desa Tiwingan Baru Rudiansyah menyampaikan bahwa di wilayahnya yang ditetapkan situs Gunung Api Purba Bawah Laut merupakan tanah subur, meskipun banyak hamparan dan gundukan batu.
Masyarakat desanya sudah mengetahui wilayahnya ada beberapa situs Geopark Pegunungan Meratus, tidak hanya Gunung Api Purba Bawah Laut, namun juga Pulau Pinus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!