Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengungkap Gunung Api Purba Bawah Laut Geopark Pegunungan Meratus

📅 Selasa, 24 Jun 2025, 22:34 WIB | Oleh:

Karena dengan status geopark ini membawa nama Kalsel ke tingkat dunia sebagaimana temanya "Jantungnya Borneo".  Keunikan dan kekayaan alamnya  begitu istimewa serta bernilai sejarah tinggi bagi dunia pada umumnya.

Geopark ini tidak hanya berbicara tentang konservasi, namun juga di dalamnya ada edukasi, sosial dan ekonomi.

Geopark tidak hanya tentang keindahan alamnya dan keunikan batuan, flora dan faunanya saja, namun di sana ada masyarakat yang tinggal dengan budayanya dan memberikan manfaat ekonomi bagi mereka.

Manfaat secara ekonomi yang diberikan geopark sangat banyak, seperti hasil alamnya maupun industri pariwisata. Industri pariwisata yang ramah alam, karena dalam geopark ini ada wisata kuliner seperti pembuatan dodol di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Kemudian, wisata kerajinan pembuatan kain Sasirangan di Kota Banjarmasin, kain batik khas Kalsel yang ruhnya juga dari alam geopark ini serta pembuatan perahu khas Banjar di Pulau Sewangi di Kabupaten Barito Kuala.

Pemerintah provinsi bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota yang terus berupaya membenahi semua situs geopark, terutama infrastrukturnya.

Karena, status geopark ini akan dievaluasi setiap empat tahun oleh UNESCO.  Semua tidak menginginkan status itu lepas karena kelengahan menjaga kelestarian alam Meratus.

Bumi bukan warisan para leluhur, tapi pinjaman dari anak cucu. Oleh karena itu, harus bisa dikembalikan secara utuh nantinya. 

Geopark Pegunungan Meratus

Geopark Pegunungan Meratus memiliki 54 situs yang terbagi di empat rute, yakni barat, utara, timur dan selatan. Rute barat mempunyai panjang rute sekitar 85 km yang memiliki Pasar Terapung, Lok Baintan, Kabupaten Banjar.

Selain itu, ada Museum Wasaka, Kampung Tradisional Sasiringan, Galeri Terapung Sasirangan, Rumah Adat Tradisional Banjar, Pulau Kembang, Pembuatan Kapal Tradisional Sewangi, Pemandangan Tongkang Batu Bara, serta Konservasi Bekantan Curiak.

Sedangkan rute utara mempunyai panjang  sekitar 188,15 km dan memiliki 14 situs. Tema perjalanan pada rute utara adalah Mengikuti Suara Angin Menuju Keajaiban Dayak Meratus, yang artinya ikutilah ke mana arah daun bergoyang tertiup angin.

Adapun situs di rute ini yaitu Batu Sekis Sei Kambang, Matang Kaladan Panoramic, Bendungan Riam Kanan, Jejak Longsoran Bukit Tiwingan, Perikanan Danau Riam Kanan, Rumah Panggung Tebing Danau, Pulau Ulin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Kejuaraan Seluncur Es Terbuka Asia 2026

11 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Kejuaraan Seluncur Es Terbu...

Realisasi PNBP Sumatera Selatan

16 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Realisasi PNBP Sumatera Sel...

Optimalisasi pengelolaan sampah TPS 3R

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Optimalisasi pengelolaan sa...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.