Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konflik Israel-Iran Ancam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Harga Minyak Bisa Tembus USD 83 per Barel

📅 Senin, 23 Jun 2025, 15:15 WIB | Oleh:
Konflik Israel-Iran Ancam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Harga Minyak Bisa Tembus USD 83 per Barel Doc: Getty Images

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan hanya mencapai 4,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada 2025 apabila konflik antara Israel dan Iran terus berlanjut tanpa adanya deeskalasi. Lonjakan harga minyak sebagai dampak dari ketegangan geopolitik global dinilai menjadi faktor utama yang membebani ekonomi nasional.

Lebih dari sepekan sejak ketegangan militer meningkat, konflik yang semula terjadi antara Israel dan Iran kini telah melibatkan Amerika Serikat. Negeri Paman Sam, yang merupakan sekutu utama Israel, baru-baru ini melancarkan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran. Sebagai respons, parlemen Iran menyetujui penutupan Selat Hormuz jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak global.

“Lonjakan biaya impor minyak akan menyebabkan inflasi harga yang diatur pemerintah melonjak, di tengah daya beli yang lesu. Itu tidak baik. ... Begitu harga minyak naik, pengusaha dan konsumenlah yang akan menanggung biayanya,” ujar Bhima Yudhistira, ekonom senior yang menyoroti dampak konflik terhadap perekonomian Indonesia.

Menurut Bhima, jika perang berlangsung lama, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi hanya akan mencapai 4,5 persen sepanjang tahun 2025. Angka ini lebih rendah dari target ambisius Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan tahunan sebesar 8 persen.

“Akan lebih sulit bagi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan 8 persen itu karena tantangan eksternal semakin memburuk. Kita juga masih harus menghadapi langkah-langkah penghematan anggaran,” tambah Bhima, merujuk pada instruksi Presiden Prabowo kepada para menterinya untuk memangkas belanja kementerian.

Data resmi menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mengalami pelambatan. Pada 2024, pertumbuhan tercatat sebesar 5,03 persen, sedikit menurun dari 5,05 persen di tahun sebelumnya. Sementara pada kuartal pertama 2025, ekonomi hanya tumbuh 4,87 persen secara tahunan.

Konflik geopolitik yang melibatkan AS dan Iran telah menyebabkan harga minyak mentah Brent melonjak ke level USD 79 per barel. Bhima memperkirakan bahwa harga tersebut bisa terus naik hingga USD 80-83 pada awal bulan depan, tergantung pada eskalasi situasi di kawasan Teluk.

Di tengah situasi ini, Indonesia mengambil langkah diplomatik untuk mendorong penyelesaian damai. Menteri Keamanan Budi Gunawan menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk mendorong perdamaian di kawasan.

“Pemerintah Indonesia akan mendorong semua pihak untuk kembali ke meja perundingan guna menyelesaikan konflik ini secara permanen,” ujar Budi.

Dengan ketidakpastian global yang semakin tinggi, Indonesia dihadapkan pada tantangan serius dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah volatilitas pasar energi dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Oman Tunda Pertemuan Darura...

Mau Buka Selat Hormuz, Iran Ajukan Syarat ke AS

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Mau Buka Selat Hormuz, Iran...

Warga Rusunawa Desak Pengusiran Dihentikan

2 jam lalu | Paundra Zakirulloh

Megapolitan
Warga Rusunawa Desak Pengus...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.