Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Serukan OKI Perkuat Diplomasi dan Ekonomi Hadapi Isu Global

📅 Minggu, 22 Jun 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI Serukan OKI Perkuat Diplomasi dan Ekonomi Hadapi Isu Global Doc: Antara
Ket. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan sambutannya dalam agenda Konferensi Tingkat Menlu ke-51 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, Sabtu (21/6).

Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyerukan supaya Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memperkuat kolaborasi di bidang diplomasi dan ekonomi dalam menghadapi persoalan global, khususnya konflik di Timur Tengah.

“Kita tak boleh menyerah dalam diplomasi. Namun, kita juga harus melihat peran kita dalam memperkuat multilateralisme dan hukum internasional. OIC harus semakin tegas,” ucap Sugiono dalam Konferensi Tingkat Menlu ke-51 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, Sabtu (21/6) waktu setempat.

Menurut keterangan tertulis Kemlu RI yang diterima, Minggu, Menlu menganggap belum berakhirnya kengerian di Palestina akibat agresi militer Israel adalah bukti “kegagalan sistem multilateral dalam menjamin keadilan”.

Untuk itu, sebagai organisasi Negara-Negara Selatan, OKI harus terus memperjuangkan tatanan dunia yang lebih adil dan inklusif serta mendukung upaya reformasi multilateral, kata dia.

Secara khusus untuk Palestina, ia mendorong OKI supaya memperkuat upaya diplomatik dan politik untuk mengakhiri perang di Gaza serta memacu upaya internasional untuk mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

Sementara itu dalam aspek ekonomi, Sugiono menyerukan supaya anggota OKI menguatkan kerja sama di sektor perdagangan, pendidikan, sains dan inovasi, dan ketahanan pangan baik dalam format Selatan-Selatan maupun Triangular (antara dua negara berkembang dan mitra negara maju).

Kerja sama ekonomi semacam itu penting karena saat ini, OKI mewakili 25 populasi dunia namun hanya menyumbang kurang dari 10 persen PDB global, kata dia.

Padahal, masing-masing negara anggota OKI memiliki beragam potensi dalam hal sumber daya mineral, kecanggihan dan keahlian teknologi, serta modal finansial.

“Jika kita satukan potensi ini, kita akan menciptakan suatu kekuatan kolektif yang semakin menguatkan posisi strategis kita sebagai negara Islam,” ucap Sugiono.

Menlu RI menegaskan komitmen Indonesia untuk terus terbuka terhadap potensi kerja sama ekonomi baru dengan semua negara, khususnya negara anggota OKI, dalam memenuhi tujuan bersama tersebut.

“Memperkuat kolaborasi dan solidaritas adalah hal tak boleh ditawar dalam upaya kita menciptakan perdamaian dan kemakmuran bersama. Kita harus menjaga relevansi OKI dalam dunia yang berubah dengan mengakhiri semua konflik dan menyelesaikan perselisihan antara kita,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...
Luar Negeri
Trump Isyaratkan Negosiasi ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.