ISPA Jadi Salah Satu Penyakit yang Paling Sering Menyerang, Berikut Ini Tips Mengatasinya
📅 Jumat, 20 Jun 2025, 22:45 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Allianz
JAKARTA – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit yang paling sering dialami nasabah Allianz setiap bulannya. Sepanjang tahun 2024, tercatat lebih dari 30 ribu kasus klaim terkait ISPA dari nasabah, menandakan bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat.
ISPA dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari polusi udara yang merusak sistem pernapasan hingga infeksi virus dan bakteri. Keduanya menimbulkan gejala yang serupa, namun ada beberapa langkah penanganan yang berbeda sesuai dengan penyebabnya. Penanganan yang kurang sesuai ini juga turut menentukan tingginya kasus ISPA, bahkan dapat berujung secara fatal.
Membedakan Gejala: Virus vs Bakteri
dr. Tubagus Argie F. S. Sunartadirdja, Head of Claim Cashless, Credentialing, Payment, and Data Analytics Allianz Life Indonesia, menekankan pentingnya mengenali perbedaan penyebab ISPA agar masyarakat tidak salah langkah dalam penanganannya.
“Gejala ISPA akibat virus biasanya lebih ringan, seperti batuk berdahak dengan warna bening dan kadang tanpa demam. Sementara ISPA akibat bakteri umumnya ditandai dengan batuk berdahak berwarna kuning hingga kehijauan, demam tinggi yang berlangsung lama, serta gejala yang lebih berat. Dengan mengetahui perbedaannya, kita bisa menentukan penanganan yang tepat dan mengukur tingkat keparahannya,” jelas dr. Argie melalui siaran pers yang dikirim Allianz pada hari Jumat (20/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Penanganan ISPA Sesuai Penyebabnya
Jika disebabkan oleh virus maka tidak perlu antibiotik. Pasalnya obat antibiotik tidak dirancang atau bukan obat untuk melawan penyakit yang disebabkan oleh virus melainkan untuk melawan jenis kuman yang disebut bakteri.
Ia menuturkan, penggunaan antibiotik yang tidak tepat malah dapat menimbulkan resistensi berbahaya. Oleh karenanya ia menyarankan untuk fokus pada perawatan suportif, seperti: istirahat cukup, minum air yang banyak, obat simptomatik seperti paracetamol untuk demam atau ibuprofen untuk nyeri, serta konsumsi vitamin C dan D untuk mendukung daya tahan tubuh
Sebaiknya Anda baca juga:
“Biasanya sembuh dalam 3–7 hari jika daya tahan tubuh baik. Dalam dalam rentang waktu tersebut jika gejala bukan membaik namun malah memburuk segera konsultasi ke dokter,” sarannya.
Namun jika disebabkan oleh bakteri, perlu pengobatan dengan antibiotik sesuai resep dokter, yang harus dikonsumsi hingga habis meskipun gejala membaik. Selain itu pasien tidak memerlukan obat antivirus.
Ia menyarankan untuk melakukan pengobatan, karena jika bisa menimbulkan risiko komplikasi lebih tinggi jika tidak ditangani. Jika mengalami batuk berdahak kuning/kehijauan, demam tinggi, atau sesak napas, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan
Gunakan Telekonsultasi untuk Penanganan Cepat dan Tepat
Saat ini, berkonsultasi dengan dokter menjadi semakin mudah berkat layanan digital. Allianz Indonesia menghimbau nasabah untuk segera menangani gejala ISPA dengan cepat dan tepat melalui fasilitas telekonsultasi yang tersedia. Penanganan sejak awal sangat membantu mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi.
Tips Mencegah ISPA
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!