Kepikiran Terus Sama Hal yang Belum Terjadi? Hati-Hati, Mungkin Kamu Kena Anticipatory Anxiety!
📅 Kamis, 19 Jun 2025, 14:52 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Shutterstock
JAKARTA - Pernah enggak sih, Cantiks, kamu ngerasa super cemas sampai enggak bisa tidur cuma gara-gara mikirin presentasi minggu depan, wawancara kerja, atau hal-hal yang bahkan belum tentu kejadian?
Bisa jadi kamu lagi ngalamin yang namanya anticipatory anxiety alias kecemasan berlebihan soal masa depan.
Anticipatory anxiety bukan cuma sekadar deg-degan biasa. Ini adalah kondisi di mana seseorang terus-menerus dihantui rasa khawatir soal hal-hal yang akan datang, entah itu acara penting, kemungkinan buruk, atau skenario ‘what if’ yang terus muter di kepala.
Enggak jarang, kondisi ini bikin kita susah fokus, enggak bisa tidur, bahkan bisa ganggu kehidupan sehari-hari.
Bukan Overthinking Biasa
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski rasa khawatir akan masa depan itu manusiawi, beda cerita kalau levelnya udah bikin kamu merasa lumpuh. Misalnya, kamu stres berhari-hari cuma karena mikirin performa di konser, takut gagal di interview, atau bahkan takut kehilangan orang terdekat, padahal semuanya belum tentu terjadi.
Menurut para ahli, anticipatory anxiety bukan diagnosis gangguan mental tersendiri, tapi gejala yang umum muncul pada berbagai gangguan kecemasan seperti generalized anxiety disorder (GAD), social anxiety, phobia tertentu, atau panic disorder. Jadi kalau kamu sering ngerasain ini, bisa jadi ada akar gangguan kecemasan yang lebih dalam.
Tanda-Tandanya? Jangan Diabaikan
Sebaiknya Anda baca juga:
Gejala dari anticipatory anxiety bisa muncul fisik maupun emosional. Mulai dari jantung berdebar, susah napas, susah tidur, sakit kepala, perut mules, sampai pikiran yang terus-terusan muter mikirin worst-case scenario. Yang bikin nyebelin, semua ini bisa muncul berhari-hari bahkan berminggu-minggu sebelum kejadian yang kamu takutkan.
Penyebabnya bisa datang dari mana aja: faktor genetik, pengalaman traumatis, stres tinggi, sampai efek samping obat. Bahkan kondisi medis seperti gangguan tiroid atau penyakit jantung pun bisa memicu kecemasan. Jadi, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri ya, Cantiks. Banyak faktor yang bikin otak kita terjebak di mode “siaga terus”.
Meski terdengar serius, anticipatory anxiety bukan sesuatu yang enggak bisa diatasi. Ada banyak cara yang bisa dicoba buat mengendalikan rasa cemas berlebihan ini. Mulai dari jaga pola hidup sehat—makan bergizi, olahraga rutin, tidur cukup—sampai latihan teknik relaksasi kayak pernapasan dalam, grounding, atau meditasi.
Kamu juga bisa coba journaling buat menuangkan isi pikiran dan mengenali pola kecemasanmu. Tapi ingat, jangan sampai journaling berubah jadi overthinking level dewa. Kalau perlu, lakukan bareng arahan profesional biar tetap aman.
Salah satu langkah paling penting adalah belajar buat tantang pikiran negatifmu sendiri. Setiap kali kamu kebayang skenario terburuk, stop dulu dan tanya ke diri sendiri: “Ini masuk akal enggak, sih?” Lama-lama, otak kamu akan terbiasa buat berpikir lebih realistis.
Jangan lupa juga buat kasih diri sendiri self-compassion. Kadang, kita terlalu keras sama diri sendiri padahal kalau teman yang ngalamin hal yang sama, pasti kita bakal support dia. Nah, kenapa enggak perlakukan diri sendiri sebaik itu juga?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!