Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertama di Indonesia, Aceh Luncurkan Zona Kuliner Halal di Rumah Sakit

📅 Sabtu, 14 Jun 2025, 21:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertama di Indonesia, Aceh Luncurkan Zona Kuliner Halal di Rumah Sakit Doc: ANTARA
Ket. Staf Ahli bidang Perekonomian Keuangan dan Pembangunan Setda Aceh, Restu Andi Surya, saat menempelkan stiker sertifikasi halal pada rak UMKM di zona Khas RSUDZA Banda Aceh usai peluncuran, di Banda Aceh, Jumat (14/6/2025).  

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh meluncurkan zona kuliner halal, aman dan sehat (Khas), di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, dan ini menjadi yang pertama di Indonesia.

"Untuk penetapan zona kuliner halal, aman, dan sehat di dalam rumah sakit, maka ini menjadi yang pertama di Indonesia," kata Staf Ahli bidang Perekonomian Keuangan dan Pembangunan Setda Aceh, Restu Andi Surya, di Banda Aceh, Sabtu (14/6).

Zona Khas perdana tersebut berlokasi di kantin koperasi rumah sakit milik pemerintah Aceh itu. Di sana, terdapat 20 UMKM kuliner, 17 di antaranya sudah tersertifikasi halal dan tiga lainnya sedang menunggu proses sidang isbatnya.

Restu mengatakan, penetapan zona Khas ini merupakan wujud nyata yang tidak hanya untuk memuaskan selera saja, tetapi juga menjaga kehalalan serta kesehatan konsumen.

Inisiatif ini, kata dia, tidak hanya menghadirkan kawasan kuliner yang sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam saja. Tetapi, juga mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap konsumsi makanan halal.

"Maka sekarang, RSUDZA bukan hanya sebagai pusat pelayanan kesehatan saja, tapi juga menjadi kawasan kuliner yang menjunjung tinggi prinsip kehalalan dan kebersihan," ujarnya.

Selain itu, kata dia lagi, penerapan zona Khas tersebut, juga untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah yang menjadi prioritas nasional dan selaras dengan arah pembangunan Aceh berdasarkan konsep syariah.

Dengan kehadiran zona Khas ini, maka bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat lokal serta wisatawan mancanegara terhadap Aceh.

"Ini juga mendukung Aceh menjadi bagian penting dari ekosistem halal nasional dan internasional. Akhirnya, memberikan efek ganda bagi sektor UMKM, pariwisata dan industri makanan di Aceh," kata Restu.

Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini, menyampaikan pada dasarnya kuliner di Aceh memang semuanya halal, tetapi penetapan zona Khas ini sudah memiliki sertifikasi halalnya.

Untuk Aceh, sebagai pilot projek sudah direncanakan pembentukan empat zona Khas, yaitu di RSUDZA, kemudian salah satu objek wisata Kota Banda Aceh, di Kota Sabang, dan Kabupaten Aceh Besar.

"Sebagai pilot projek, zona Khas ini kemudian segera diikuti oleh Banda Aceh, Sabang dan Aceh Besar. Semoga keempatnya bisa terwujud pada 2025 ini," katanya pula.

Dalam kesempatan ini, dirinya mengharapkan semua pihak untuk terus mendukung pembentukan zona Khas ini, dan ini juga sebagai upaya pemerintah dalam mempertahankan anugerah Adinata Syariah terkait kontribusinya pada pengembangan ekonomi syariah nasional.

Selain itu, ujar dia lagi, kehadiran zona Khas ini juga sebagai upaya dan tekad BI untuk membentuk ekosistem ekonomi syariah di Indonesia agar berjalan lancar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.