Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Duh! Fenomena Hidup Bersama Tanpa Nikah Mulai Marak, Apa Kata Kepala BKKBN?

📅 Sabtu, 14 Jun 2025, 12:10 WIB | Oleh:
Duh! Fenomena Hidup Bersama Tanpa Nikah Mulai Marak, Apa Kata Kepala BKKBN? Doc: ANTARA
Ket. Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji saat menghadiri peringatan HUT Generasi Berencana (Genre) ke-15 di Antara Heritage Center, Jakarta, Jumat (13/6).

JAKARTA - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji merespons peningkatan kasus kohabitasi atau laki-laki dan perempuan yang tinggal bersama dan hidup layaknya suami-istri tanpa ikatan pernikahan resmi menurut hukum.

Saat ditemui usai acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Generasi Berencana (Genre) ke-15 di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, Jumat, Mendukbangga Wihaji menegaskan pentingnya mengedukasi para remaja tentang siklus kehidupan untuk mengatasi fenomena tersebut.

"Saya meyakini karakter orang Indonesia berbeda, itu yang pertama. Yang kedua, memang kita perlu edukasi dan penjelasan kepada siapapun tentang siklus kehidupan, sehingga tidak ada yang perlu kita takuti," katanya.

Ia menegaskan para calon pengantin tidak perlu khawatir atau cemas akan pernikahan, karena siklus kehidupan dari bayi hingga lanjut usia (lansia) telah dijamin oleh negara, bahkan sebelum menikah, baik calon suami maupun istri juga mendapatkan bimbingan pranikah melalui elektronik siap nikah dan siap hamil (Elsimil).

"Maka kita harus edukasi, harus kita jelaskan tentang siklus kehidupan, dan itu (pernikahan) sebenarnya sesuatu yang biasa saja, karena itu percayalah, tidak perlu ditakuti dan dicemaskan, meski katanya biaya hidup mahal, sudah, yakinlah akan baik-baik saja," ucap Mendukbangga.

Menurutnya, apabila pasangan sudah menikah dan menikmati indahnya siklus kehidupan berkeluarga atau rasa senang memiliki anak, maka nanti akan siap sendirinya menghadapi pernikahan tersebut.

"Kita kan juga punya program namanya Elsimil, bekerja sama dengan Kementerian Agama. Di situ ada bimbingan pranikah, kemudian para calon pengantin kita beri penjelasan dan edukasi, juga saran dan rekomendasi dari kementerian kita bahwa perempuan lebih baik menikah di usia 21 tahun dan laki-laki 25 tahun," paparnya.

Ia menegaskan ketika sudah menjalani bimbingan pranikah, maka kehidupan rumah tangga saat memiliki anak tentu bisa lebih tertata, selain itu, bimbingan tersebut juga menjadi salah satu cara untuk mencegah generasi lahir stunting, dengan mengedukasi para pasangan usia subur tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ariana Grande Beri Hibah Bantuan Anak-Anak Gaza

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ariana Grande Beri Hibah Ba...
Luar Negeri
Tiongkok Merebut Gelar Supe...
Rona
Bernadya Rilis Album Kedua ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 6
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.