Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Hentikan Impor Padi dan Jagung, Fokus Perkuat Perlindungan Tanaman

📅 Jumat, 13 Jun 2025, 20:30 WIB | Oleh:
Pemerintah Hentikan Impor Padi dan Jagung, Fokus Perkuat Perlindungan Tanaman Doc: Dok. UGM

YOGYAKARTA — Pemerintah menghentikan impor padi dan jagung demi memperkuat ketahanan pangan nasional. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Yudi Sastro, menyebut Indonesia tengah menuju swasembada dua komoditas ini melalui perluasan lahan tanam dan peningkatan perlindungan tanaman. “Kita akan perbanyak luas tanam dan jaga sampai panen. Di situlah pentingnya perlindungan tanaman,” kata Yudi dalam pertemuan Masyarakat Perlindungan Tanaman dan Hewan Indonesia (MPTHI) di UGM, Jumat (13/6).

Yudi mengajak para ahli perlindungan tanaman yang tergabung dalam MPTHI untuk berkolaborasi mendukung program pemerintah. Ia menegaskan, produktivitas pertanian hanya bisa dicapai bila sistem perlindungan tanaman diperkuat. “Kita tidak bisa bicara ketahanan pangan tanpa memperkuat perlindungan tanaman,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dr. Sarwo Edhy, menjelaskan bahwa Bapanas bertugas menjamin ketersediaan 13 bahan pokok termasuk beras, jagung, kedelai, dan bawang. Ia menyebut saat ini masih ada 68 kabupaten/kota yang tergolong rawan pangan, dan pemerintah menargetkan jumlah itu bisa ditekan menjadi 64 pada akhir tahun ini.

Selain menjamin pasokan, Bapanas juga bertanggung jawab atas kampanye pengendalian pemborosan makanan. “Berdasarkan data BPS dan FAO, sekitar 30 persen makanan di Indonesia terbuang. Sosialisasi makan secukupnya dan belanja sewajarnya harus ditingkatkan dari pusat sampai ke masyarakat,” ujar Sarwo.

Ketua MPTHI, Sutarto Alimoeso, menegaskan bahwa perlindungan tanaman harus menjadi prioritas dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan serangan hama. Ia menekankan perlindungan tidak sekadar soal membasmi tikus dan wereng, melainkan memastikan produksi pangan aman, bermutu, dan berdaya saing.

Guru Besar Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, menilai pertemuan ini strategis karena mempertemukan birokrasi, praktisi, dan ilmuwan dalam satu forum. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk membahas kebijakan dan praktik perlindungan tanaman yang efektif di lapangan.

MPTHI adalah organisasi yang fokus pada advokasi perlindungan tanaman terhadap hama, penyakit, dan perubahan iklim. Dalam pertemuan tahun 2025 bertema “Perlindungan Tanaman Bersinergi Mendukung Tercapainya Swasembada Pangan Berkelanjutan”, acara dibuka dengan pameran produk pertanian yang diresmikan langsung oleh para pejabat kementerian dan akademisi UGM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.