Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kecelakaan Air India Ujian Bagi Kepemimpinan Boeing yang Baru

📅 Jumat, 13 Jun 2025, 09:28 WIB | Oleh:

Hal itu membuat tragedi hari Kamis berbeda dari dua kecelakaan fatal Boeing 737 MAX pada tahun 2018 dan 2019 yang melibatkan pesawat yang baru saja dikirim Boeing ke maskapai penerbangan.

Faktor utama dalam kedua kecelakaan MAX adalah Sistem Peningkatan Karakteristik Manuver (MCAS), sistem penanganan penerbangan yang tidak berfungsi dengan baik, yang menunjukkan adanya cacat desain.

Kecelakaan MAX menjerumuskan Boeing ke dalam kemerosotan selama bertahun-tahun yang diperpanjang oleh masalah keselamatan baru di awal tahun 2024. Boeing telah melaporkan kerugian tahunan selama enam tahun terakhir.

Sejak memperkenalkan Dreamliner ke dalam layanan pada tahun 2011, Boeing harus melakukan beberapa pengerjaan ulang, terutama karena kesalahan perakitan dan masalah kualitas produksi.

Pesawat itu juga diteliti dalam sidang Senat AS pada April 2024 yang mengutarakan kritik dari seorang whistleblower yang bersaksi bahwa ia masuk daftar hitam setelah melaporkan cacat produksi serius pada 787 dan 777.

Pengacara yang mewakili pelapor, Sam Salehpour, meminta FAA untuk merilis temuannya tentang tuduhan tersebut.

"FAA harus meyakinkan publik bahwa Boeing 787 aman," kata pengacara Lisa Banks.

"Meskipun mungkin butuh waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk menentukan penyebab kecelakaan tragis Air India hari ini , kami tahu bahwa ada laporan penting di meja FAA tentang 787 yang perlu dipublikasikan."

Pada tanggal 29 Mei, Ortberg mengatakan dalam sebuah konferensi keuangan bahwa persetujuan terbaru oleh otoritas penerbangan AS untuk mengizinkan peningkatan produksi 787 merupakan "tonggak penting" dalam kebangkitan perusahaan.

Ortberg, yang pindah ke Seattle agar lebih dekat dengan operasi manufaktur utama, secara umum telah memperoleh pujian dari pengamat penerbangan sejak bergabung pada Agustus 2024, mengarahkan Boeing melalui pemogokan buruh dan bergabung dengan delegasi Timur Tengah Presiden Donald Trump.

Richard Aboulafia, direktur pelaksana di konsultan AeroDynamic Advisory, mengatakan tidak ada indikasi cacat desain 787. 

"Ketakutan pasti ada," kata Aboulafia mengenai reaksi pasar saham hari Kamis.

"Ini adalah tragedi, tetapi kecil kemungkinannya hal itu akan memengaruhi persepsi terhadap 787 karena belum ada yang diketahui saat ini dan pesawat itu memiliki rekam jejak yang sangat baik," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.