Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala Sekolah Harus Wujudkan SPMB tanpa Diskriminasi

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 03:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala Sekolah Harus Wujudkan SPMB tanpa Diskriminasi Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Calon peserta didik dibantu guru mengisi pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap 1 secara daring di SMA Negeri 1 Ciamis, Jawa Barat.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan kepala sekolah memainkan peran penting dalam mewujudkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 Ramah, sehingga memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan untuk mengakses pendidikan bermutu.

Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) Kemendikdasmen Iwan Junaedimendorong agar kepala sekolah lebih berperan dalam proses SPMB, karena kesuksesan SPMB dipengaruhi oleh peran kepala sekolah.

“Ditjen GTK mendorong penguatan peran kepala sekolah sebagai aktor utama yang memastikan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai aturan,” kata Iwan dalam webinar bertajuk “Peran Kepala Sekolah Mendekatkan Layanan Penerimaan Murid Baru melalui SPMB Ramah” di Jakarta pada Kamis (11/6).

Pihaknya berharap kepala sekolah berintegritas dalam mengelola SPMB di tingkat sekolah dan dapat membantu masyarakat untuk membuka akses informasi mengenai SPMB. “Kepala sekolah harus memiliki orientasi pada layanan terbaik bagi calon murid dan orang tua,” ujarnya.

Ia menambahkan SPMB Ramah membutuhkan gotong royong, baik di tingkat pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga satuan pendidikan. “Agar setiap anak memperoleh akses pendidikan yang transparan, berkeadilan, inklusif dan tanpa diskriminasi,” kata Iwan.

Pada kesempatan yang sama Setditjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen Vicky Veronika Aruran menambahkan SPMB bukan sekedar proses seleksi masuk sekolah, melainkan gerbang masa depan setiap anak.

“Karena itu SPMB Ramah hadir sebagai komitmen bersama untuk memastikan layanan penerimaan murid baru yang transparan, adil, inklusif, mudah dipahami dan mampu mendampingi dengan baik,” kata Vicky.

Cegah Pungli

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan tidak ada ruang untuk praktik pungutan liar (pungli) selama proses SPMB tahun 2026 di Kota Kembang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron meminta masyarakat tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku dapat meloloskan calon peserta didik ke sekolah tertentu melalui jalur tidak resmi.

“Hindari adanya dugaan gratifikasi, pungutan, dan suap dari atau kepada oknum yang menjanjikan bisa meloloskan masuk ke sekolah tertentu,” kata Asep di Bandung, Rabu.

Ia menegaskan masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan praktik semacam itu dengan menyertakan bukti pendukung agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

“Saya tegaskan jika ada oknum yang menjanjikan bisa meloloskan masuk ke sekolah tertentu agar segera dilaporkan dan lampirkan bukti dugaan tersebut. Sesuai arahan Pak Wali Kota, siapa pun yang terlibat akan ditindak tegas,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, saat ini Dinas Pendidikan Kota Bandung telah membuka pendaftaran SPMB 2026/2027 untuk jenjang TK, SD, dan SMP melalui jalur afirmasi dan prestasi yang berlangsung pada 8-12 Juni 2026 secara daring melalui laman spmb.bandung.go.id.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.