Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kecelakaan Air India Ujian Bagi Kepemimpinan Boeing yang Baru

📅 Jumat, 13 Jun 2025, 09:28 WIB | Oleh:
Kecelakaan Air India Ujian Bagi Kepemimpinan Boeing yang Baru Doc: EPA
Ket. Warga berdiri di dekat puing-puing pesawat Air India

NEW YORK - Kecelakaan pesawat Air India tampaknya akan menyeret Boeing ke dalam berita utama negatif selanjutnya saat maskapai itu telah menunjukkan kemajuan di bawah kepemimpinan baru.

Saham produsen pesawat Amerika itu ditutup turun hampir lima persen pada hari Kamis (12/6) ketika Paus, Raja Charles, dan Presiden India menyampaikan duka mereka atas kecelakaan Boeing 787 Dreamliner yang membawa 242 orang.

"Belasungkawa terdalam kami sampaikan kepada keluarga penumpang dan awak pesawat Air India Penerbangan 171, serta semua orang yang terkena dampak di Ahmedabad," kata CEO Boeing Kelly Ortberg dalam sebuah pernyataan. Ia memberi tahu bahwa Boeing akan mendukung penyelidikan tersebut.

Kecelakaan mematikan pertama dari pesawat 787 terjadi tepat sebelum Ortberg dan para pemimpin kedirgantaraan lainnya berkumpul di Bandara Le Bourget untuk Pameran Udara Paris minggu depan .

Sebelum hari Kamis, orang dalam industri memperkirakan fokus di Le Bourget akan mencakup adaptasi sektor penerbangan terhadap ketegangan perdagangan, teknologi penerbangan canggih terkini, dan prospek perbaikan apa pun dalam rantai pasokan yang telah memperlambat pengiriman dari Boeing dan pesaingnya, Airbus.

Namun kecelakaan itu juga pasti akan menjadi topik pembicaraan utama, juga sumber spekulasi dan kesadaran.

"Seminggu dari sekarang kemungkinan akan ada satu atau dua hipotesis operasional tentang apa yang terjadi yang akan dibicarakan oleh orang-orang di acara itu dan masyarakat umum," kata analis Morningstar, Nicolas Owens. 

Hanya waktu yang dapat membuktikan apa arti kecelakaan itu bagi Boeing, tetapi Owens masih memperkirakan perusahaan itu akan memperoleh pesanan 787 tambahan minggu depan di Paris.

"Sangat tidak mungkin orang menyimpulkan bahwa ini masalah sistemik pada mesin atau pesawat," katanya.

Kecelakaan MAX Berbeda

Pesawat Air India 171 mengeluarkan panggilan mayday dan jatuh "segera setelah lepas landas," kata Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil.

Penyelidik Inggris dan AS sedang dalam perjalanan ke India bagian barat untuk melakukan investigasi yang diperkirakan melibatkan peninjauan data penerbangan, catatan pemeliharaan, dan latar belakang kru. 

"Ketika insiden internasional terjadi, pemerintah tersebut memimpin penyelidikan," kata Administrasi Penerbangan Federal AS.

Pesawat itu dikirim ke Air India pada tahun 2014 dan memiliki lebih dari 41.000 jam terbang, menurut konsultan Cirium.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.