Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peta Jalan Pembangunan Kependudukan: Kunci Indonesia Jadi Negara Maju

📅 Kamis, 12 Jun 2025, 20:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peta Jalan Pembangunan Kependudukan: Kunci Indonesia Jadi Negara Maju Doc: Antara
Ket. Kegiatan internalisasi dan penyusunan rencana aksi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah Regional III di Surabaya, Kamis (12/6).

Surabaya - Kementerian Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(Kemendukbangga) terus mematangkan penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025–2029.

Sekretaris Kementerian Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono menyampaikan bahwa pembangunan nasional harus berbasis data kependudukan agar dapat merespons kebutuhan riil masyarakat.

“Setiap penambahan satu penduduk harus diikuti perhitungan kebutuhan layanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan fasilitas umum. Jika tidak, akan muncul persoalan seperti pengangguran, kemiskinan, hingga ketidakstabilan sosial dan ekonomi,” katanya dalam internalisasi dan penyusunan rencana aksi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah Regional III di Surabaya,Jawa Timur, Kamis (12/6).

Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak lanjutan, seperti meningkatnya angka kriminalitas dan ketimpangan sosial.

Menurut dia, perangkat daerah harus menyesuaikan program dan kebijakan berdasarkan proyeksi pertambahan penduduk.

Sebagai contoh, apabila di suatu daerah terjadi penambahan 30 ribu penduduk per tahun, maka dinas ketenagakerjaan setempat perlu menyediakan lapangan kerja dalam jumlah yang setara.

“Jika kepala dinas ketenagakerjaan tidak bisa memenuhi kebutuhan tersebut, kepala daerah harus mengevaluasi dan menggantinya dengan yang lebih kompeten,” ujarnya.

Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029 merupakan bagian dari strategi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu indikator kunci dalam peta jalan tersebut adalah menurunkan tingkat pengangguran hingga di bawah lima persen.

“Negara maju tidak hanya diukur dari produk domestik bruto, tetapi juga dari kemampuannya mengelola pertumbuhan penduduk secara terintegrasi di berbagai sektor, seperti ketenagakerjaan, investasi, pendidikan, dan kesehatan,” katanya.

Di sisi lain, Budi juga menekankan pentingnya penguatan institusi keluarga sebagai pondasi ketahanan sosial nasional.

BKKBN, lanjutnya, telah meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk mengatasi fenomena keluarga tanpa peran ayah (fatherless family).

"Sekitar 30 persen keluarga di Indonesia mengalami ketidakhadiran peran ayah secara optimal. Padahal, keluarga yang kuat adalah dasar dari negara yang kuat,” katanya.

Ia menambahkan, penerapan indikator kinerja (KPI) berbasis kependudukan wajib dilakukan di setiap daerah. Kepala daerah dan perangkat yang tidak mampu memenuhi target akan dievaluasi secara objektif.

"Dengan adanya peta jalan ini, pembangunan berwawasan kependudukan diharapkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan,” ujar Budi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Daerah
Bangka Tengah Terapkan Eco ...
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.